Kasus Penusukan Siswa SMP di Pesisir Barat, Kadisdik Lampung: Harus Jadi Titik Balik Cegah Bullying

Rabu, 1 Oktober 2025 - 05:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: ISTIMEWA


WARNALAMPUNG.ID – Tragedi penusukan di SMPN 12 Krui, Kabupaten Pesisir Barat, yang menewaskan seorang siswa kelas VII, memicu respons cepat dari Dinas Pendidikan Provinsi Lampung. Kepala Dinas Pendidikan Thomas Amrico menegaskan bahwa kasus ini harus menjadi titik balik dalam pencegahan bullying di sekolah.

Alarm Serius bagi Dunia Pendidikan

Menurut Thomas, peristiwa berdarah di Pesisir Barat bukanlah kejadian biasa, melainkan sinyal bahaya yang perlu segera ditangani. “Ini alarm bagi kita semua. Pengawasan di sekolah harus diperkuat, terutama peran guru bimbingan konseling. Kami akan memanggil seluruh guru BK untuk evaluasi,” ujarnya, pada Selasa 30 September 2025.

Baca Juga :  SPMB 2026, DPRD Bandar Lampung Ingatkan Masalah Klasik Daya Tampung SMP

Ia menambahkan, meski sekolah menengah pertama dikelola oleh kabupaten/kota, provinsi tetap berkewajiban membina dan mengarahkan. Ia menilai sekolah tidak boleh menjadi ruang yang menimbulkan tekanan psikologis, melainkan tempat yang aman dan mendidik.

Langkah yang Akan Ditempuh

Thomas menyebut sejumlah upaya akan segera dilakukan, antara lain mengoptimalkan satgas anti-bullying di sekolah, memperkuat peran OSIS, menanamkan pendidikan karakter dan agama, serta meningkatkan literasi digital siswa. Orang tua, tokoh agama, dan masyarakat juga akan dilibatkan untuk memperkuat pengawasan di luar sekolah.

Baca Juga :  Cegah Radikalisme Sejak Dini, Densus 88 dan Disdikbud Provinsi Lampung Gelar Sosialisasi Wawasan Kebangsaan. ‎

“Bullying sering berawal dari hal kecil, bahkan bercanda. Kalau tidak dicegah, bisa berujung fatal seperti kasus di Pesisir Barat. Kita tidak ingin tragedi semacam ini terulang,” tegasnya.

Kasus yang terjadi di SMPN 12 Krui ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh pihak, baik sekolah maupun masyarakat. Dunia pendidikan dituntut lebih waspada agar sekolah kembali menjadi ruang aman bagi siswa yang tengah menuntut ilmu dalam mengejar mimpi untuk masa depan.(***)

Berita Terkait

Cegah Radikalisme Sejak Dini, Densus 88 dan Disdikbud Provinsi Lampung Gelar Sosialisasi Wawasan Kebangsaan. ‎
Pemprov Lampung Tegaskan SPMB 2026/2027 Harus Bersih dan Transparan, Usung Slogan “No Titip, No Jastip”
Dua Inovator Muda Unila Siap Berlaga di Pilmapres LLDikti Wilayah II ‎
Hardiknas 2026: Dr. Ryzal Perdana Tekankan Sinergi Akademisi dan Praktisi dalam Mewujudkan Partisipasi Semesta
Outing Class Tanpa Izin di SMPN 19, JPSI Lampung Desak Sanksi Tegas: Jangan Cuma Dibatalkan
Fasilitas Sekolah Memprihatinkan, Asroni Desak Disdik Susun Peta Infrastruktur Sekolah
Pesantren Kilat Ramadhan Resmi Dimulai, Disdikbud Lampung Perkuat Pendidikan Karakter Siswa
Mahasiswa KKN Unila Perkuat Mitigasi Bencana Lewat Pemetaan Evakuasi Tsunami
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 19:10 WIB

Cegah Radikalisme Sejak Dini, Densus 88 dan Disdikbud Provinsi Lampung Gelar Sosialisasi Wawasan Kebangsaan. ‎

Jumat, 8 Mei 2026 - 17:46 WIB

Pemprov Lampung Tegaskan SPMB 2026/2027 Harus Bersih dan Transparan, Usung Slogan “No Titip, No Jastip”

Senin, 4 Mei 2026 - 15:15 WIB

Dua Inovator Muda Unila Siap Berlaga di Pilmapres LLDikti Wilayah II ‎

Sabtu, 2 Mei 2026 - 22:36 WIB

Hardiknas 2026: Dr. Ryzal Perdana Tekankan Sinergi Akademisi dan Praktisi dalam Mewujudkan Partisipasi Semesta

Sabtu, 11 April 2026 - 08:17 WIB

Outing Class Tanpa Izin di SMPN 19, JPSI Lampung Desak Sanksi Tegas: Jangan Cuma Dibatalkan

Berita Terbaru

PEMKOT BANDAR LAMPUNG

‎Wali Kota Eva Dwiana Bagikan Bantuan Beras kepada Puluhan Ribu Warga ‎

Selasa, 19 Mei 2026 - 19:11 WIB