Fasilitas Sekolah Memprihatinkan, Asroni Desak Disdik Susun Peta Infrastruktur Sekolah

Kamis, 9 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Ketua Komisi IV, Asroni Paslah, dok; warnalampung.id


WARNALAMPUNG.ID — Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung, Asroni Paslah, melontarkan kritik tajam terhadap kinerja Dinas Pendidikan Kota Bandar Lampung yang dinilai belum memiliki data jelas terkait kondisi infrastruktur sekolah negeri di bandar lampung.

‎Sorotan itu muncul saat pembahasan Laporan Keterangan ‎Pertanggungjawaban (LKPJ) pemerintah daerah. Asroni menilai lemahnya perencanaan pendidikan terlihat dari tidak adanya peta kerusakan fasilitas sekolah yang seharusnya menjadi dasar penyusunan anggaran.

‎“Kita belum dapat data infrastruktur sekolah. Padahal ini hal paling mendasar. Saya baca di LKPJ yang dibahas pansus juga tidak ada data itu,” tegas Asroni, pada Rabu, 8 April 2026.

‎Menurutnya, Dinas Pendidikan seharusnya sudah memiliki pemetaan rinci mengenai kondisi gedung sekolah, jumlah ruang kelas rusak, fasilitas sanitasi, hingga sarana belajar siswa. Tanpa data tersebut, kebijakan pembangunan dinilai hanya berjalan tanpa arah.

Baca Juga :  Penyertaan Modal Bank Lampung Dibahas, Yuni Karnelis Sampaikan Pandangan PKS

‎“Kita ingin ada peta infrastruktur sekolah. Gedung mana yang rusak, mana yang prioritas diperbaiki. Jangan sampai anggaran dibuat tanpa dasar yang jelas,” ujarnya.

‎Asroni mengaku prihatin setelah melakukan kunjungan langsung ke sejumlah SMP negeri di daerah pinggiran Kota Bandar Lampung. Ia menemukan banyak siswa masih menggunakan kursi belajar yang sudah sangat tua dan tidak layak pakai.

‎“Saya temukan kursi bantuan tahun 90-an masih dipakai sampai sekarang. Kondisinya sudah rusak, tambal-tambalan, bahkan hampir hancur,” katanya.

‎Ia menilai kondisi tersebut tidak pantas terjadi di kota besar seperti Bandar Lampung. Bahkan di sejumlah sekolah wilayah pinggiran seperti Sukarame dan Kemiling, fasilitas belajar siswa disebut jauh dari standar kelayakan.

‎“Ini ibu kota provinsi, tapi siswa masih duduk di kursi rombeng. Kalau sekadar coretan mungkin biasa, tapi ini sudah tidak layak dipakai sama sekali,” kritiknya.

Baca Juga :  Perlindungan Anak dan Remaja Jadi Perhatian, Yuni Karnelis Dorong Sinergi Semua Pihak

‎Asroni menegaskan, tanpa data yang akurat pemerintah berisiko salah menetapkan prioritas pembangunan pendidikan. Ia mengingatkan agar anggaran pendidikan tidak habis untuk program seremonial sementara kebutuhan dasar sekolah diabaikan.

‎“Kalau tidak ada pemetaan, pembangunan jadinya asal jalan. Mana sekolah yang harus didahulukan tidak jelas. Jangan sampai anggaran justru dipakai untuk yang bukan prioritas,” tegasnya lagi.

‎Komisi IV DPRD, lanjut dia, mendesak Dinas Pendidikan segera menyusun database dan masterplan pendidikan yang serius, termasuk peta infrastruktur sekolah dan data angka putus sekolah.

‎“Kita butuh perencanaan pendidikan yang matang, bukan sekadar laporan administratif. Pendidikan ini menyangkut masa depan anak-anak Bandar Lampung,” pungkas Asroni.(Goy)

Berita Terkait

Penyertaan Modal Bank Lampung Dibahas, Yuni Karnelis Sampaikan Pandangan PKS
Di Tengah Kepungan Fenomena Geng Motor dan Konten Jalanan, Rohis Ditantang Jadi Tembok Benteng Remaja ‎
Dari Kabel Semrawut hingga Potensi PAD, DPRD Bandar Lampung Godok Raperda Fiber Optik
Hari Batik Nasional, Agus Djumadi Dorong Bandar Lampung Punya Kampung Batik Khas Lampung
Perlindungan Anak dan Remaja Jadi Perhatian, Yuni Karnelis Dorong Sinergi Semua Pihak
Refleksi Dua Tahun Fraksi PKS, Yuni Karnelis Tegaskan Komitmen Menyerap Aspirasi Masyarakat
Yuni Karnelis: Dua Tahun di DPRD Menjadi Bagian dari Perjalanan Menjaga Amanah Rakyat
Dedi Yuginta Gelar PIP-WK, Ajak Masyarakat Perkuat Nilai Pancasila dan Cintai Produk Lokal
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:11 WIB

Penyertaan Modal Bank Lampung Dibahas, Yuni Karnelis Sampaikan Pandangan PKS

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:19 WIB

Di Tengah Kepungan Fenomena Geng Motor dan Konten Jalanan, Rohis Ditantang Jadi Tembok Benteng Remaja ‎

Jumat, 2 Oktober 2026 - 22:49 WIB

Dari Kabel Semrawut hingga Potensi PAD, DPRD Bandar Lampung Godok Raperda Fiber Optik

Jumat, 2 Oktober 2026 - 20:49 WIB

Hari Batik Nasional, Agus Djumadi Dorong Bandar Lampung Punya Kampung Batik Khas Lampung

Rabu, 30 September 2026 - 19:02 WIB

Perlindungan Anak dan Remaja Jadi Perhatian, Yuni Karnelis Dorong Sinergi Semua Pihak

Berita Terbaru