Sempat Dua Kali Mangkir, Arinal Djunaidi Penuhi Panggilan Penyidik Kejati Lampung

Selasa, 28 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: ISTIMEWA


WARNALAMPUNG.ID — Mantan Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi, akhirnya memenuhi panggilan penyidik Kejaksaan Tinggi Lampung setelah sebelumnya sempat mangkir sebanyak dua kali pada pada Selasa, 28 April 2026.

‎‎Hingga pukul 16.30 WIB, Arinal terpantau masih menjalani proses pemeriksaan maraton dan belum kunjung keluar dari Gedung Pidana Khusus Kejati Lampung.

‎‎Pantauan di lokasi menunjukkan puluhan awak media telah bersiaga sejak pagi hari untuk memantau jalannya pemeriksaan.

‎‎Para wartawan tampak menunggu di berbagai titik strategis, mulai dari area depan Pelayanan Terpadu Satu Pintu hingga duduk berjaga di selasar Gedung Pidsus guna menanti keterangan resmi dari pihak terkait.

Sementara itu, pada pukul 17:00 WIB, terlihat mobil tahanan Kejati Lampung juga memasuki area parkir Korps Adhyaksa yang sebelumnya pada siang hari telah terparkir mobil Polisi Militer.

Baca Juga :  Polda Lampung Ungkap 379 Kasus Narkoba, 530 Tersangka Diamankan ‎

‎‎Arinal Djunaidi tiba di lokasi sekitar pukul 10.00 WIB dengan mengenakan setelan safari berwarna hitam.

‎‎Setibanya di gerbang Korps Adhyaksa, tim Penasihat Hukum Arinal langsung menuju ruangan PTSP untuk melakukan konfirmasi jadwal pemeriksaan.

‎‎Salah satu staff tim hukum, Ranti, menyebutkan bahwa kehadiran mereka bertujuan untuk melakukan koordinasi dengan pihak penyidik atas panggilan yang dilayangkan.

‎‎Pemeriksaan ini dilakukan dalam kapasitas Arinal sebagai saksi terkait perkara dugaan korupsi dana _Participating Interest_ 10% pada PT Lampung Energi Berjaya.

‎‎Kasus ini diduga telah menyebabkan kerugian negara yang nilainya ditaksir mencapai Rp268,7 miliar.

Baca Juga :  Dugaan Kekerasan Benda Tumpul Oknum Polisi di Lampung Utara: Korban Dapat Jahitan, Telinga dan Hidung Mengeluarkan Darah

‎‎Penyidik memandang keterangan Arinal sangat krusial guna mendalami fakta-fakta baru yang muncul selama proses persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Tanjungkarang.

‎‎Sebelum hadir pada hari ini, Arinal tercatat tidak memenuhi panggilan pertama pada Kamis, (16/4/2026) dengan alasan berhalangan.

‎‎Kemudian pada panggilan kedua yang dijadwalkan pada Selasa, 21 April 2026 lalu, ia kembali tidak hadir hingga petang hari.

‎‎Kepala Kejaksaan Tinggi Lampung, Danang Suryo Wibowo, sebelumnya sempat melayangkan imbauan agar Arinal bersikap kooperatif demi kelancaran pengungkapan kasus yang tengah berkembang tersebut.

‎‎Hingga berita ini diterbitkan, proses penyidikan masih terus berlangsung di dalam gedung. (**)

‎

Berita Terkait

Dua Buruh Nyambi Jual Sabu di Bandar Lampung, 11 Gram Disita Polisi
Polda Lampung Ungkap 379 Kasus Narkoba, 530 Tersangka Diamankan ‎
Dugaan Kekerasan Benda Tumpul Oknum Polisi di Lampung Utara: Korban Dapat Jahitan, Telinga dan Hidung Mengeluarkan Darah
Tawuran di Jalan Soekarno Hatta Bandar Lampung, Polisi Amankan 6 Pelajar ‎ ‎
Sepekan Berlalu, Kasus Dugaan Pengeroyokan Jurnalis Akuratlampung Belum Masuk BAP
‎LAKH PWI Lampung Kawal Kasus Dugaan Kekerasan terhadap Dua Jurnalis di Proyek UIN RIL ‎
Ardito Wijaya Divonis 5 Tahun Penjara, Wajib Bayar Uang Pengganti Rp7 Miliar
Kejam! Dua Jurnalis Diduga Dikeroyok Saat Meliput Proyek Gapura UIN RIL
Berita ini 167 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Dua Buruh Nyambi Jual Sabu di Bandar Lampung, 11 Gram Disita Polisi

Senin, 28 September 2026 - 13:08 WIB

Polda Lampung Ungkap 379 Kasus Narkoba, 530 Tersangka Diamankan ‎

Senin, 21 September 2026 - 22:15 WIB

Dugaan Kekerasan Benda Tumpul Oknum Polisi di Lampung Utara: Korban Dapat Jahitan, Telinga dan Hidung Mengeluarkan Darah

Kamis, 3 September 2026 - 20:33 WIB

Tawuran di Jalan Soekarno Hatta Bandar Lampung, Polisi Amankan 6 Pelajar ‎ ‎

Rabu, 2 September 2026 - 20:21 WIB

Sepekan Berlalu, Kasus Dugaan Pengeroyokan Jurnalis Akuratlampung Belum Masuk BAP

Berita Terbaru