BK DPRD Bandar Lampung Jatuhkan Teguran Tertulis kepada Dua Anggota Dewan

Rabu, 17 Desember 2025 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: ISTIMEWA


WARNALAMPUNG.ID — Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Bandar Lampung resmi menjatuhkan sanksi teguran tertulis kepada dua anggota dewan, yakni M. Rolland Nurfa (RN) dari Fraksi PKB dan Asroni Paslah (AP) dari Fraksi Gerindra, atas pelanggaran kode etik sebagai wakil rakyat. Sanksi tersebut diputuskan dalam sidang etik yang digelar di ruang rapat Badan Kehormatan DPRD Kota Bandar Lampung, pada Rabu, 17 Desember 2025.

Pelanggaran yang dilakukan kedua anggota dewan tersebut memiliki karakter berbeda. M. Rolland Nurfa (RN) dinilai melanggar etika karena insiden banting piring saat rapat, sementara Asroni Paslah (AP) terkait persoalan perdata yang dinilai berdampak pada citra lembaga.

Sidang Etik Dipimpin Ketua BK

Sidang etik dipimpin langsung Ketua BK DPRD Kota Bandar Lampung Yuhadi (Fraksi Golkar), didampingi Wakil Ketua BK Edison Hadjar (Fraksi PAN), serta anggota BK lainnya, yakni Agung Zawil Afkar Al Muhtad (Fraksi PKB), Hendra Mukri (Fraksi Demokrat), dan Endang Asnawi (Fraksi PDI Perjuangan).

Dalam amar putusannya, Yuhadi menegaskan bahwa perbuatan para teradu terbukti melanggar norma kesusilaan dan etika sebagai anggota legislatif.

Baca Juga :  SPMB 2026, DPRD Bandar Lampung Ingatkan Masalah Klasik Daya Tampung SMP

“Menyatakan Teradu terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan perbuatan-perbuatan yang secara moral dan kesusilaan dapat merendahkan harkat dan martabat anggota DPRD,” tegas Yuhadi saat membacakan putusan,pada Rabu 17 Desember 2025.

BK menilai tindakan tersebut melanggar Pasal 22 Huruf D Kode Etik DPRD Kota Bandar Lampung yang mewajibkan setiap anggota dewan menjaga marwah, kehormatan, dan citra lembaga.

Asroni Terima Putusan BK

Menanggapi putusan tersebut, Asroni Paslah yang hadir langsung dalam persidangan menyatakan menerima keputusan BK. Meski menilai perkara yang menjeratnya bersifat pribadi, ia memilih bersikap kooperatif dan tidak melakukan banding atas putusan tersebut.

“Sebenarnya ini masalah pribadi, tapi saya tidak mau memperpanjang dan menerima keputusan BK. Saya gentle,” ujar Asroni kepada awak media usai persidangan, pada Rabu 17 Desember 2025.

Sikap kooperatif tersebut menjadi salah satu pertimbangan BK sehingga Asroni hanya dijatuhi sanksi kategori ringan berupa teguran tertulis.

Rolland Absen, Putusan Tetap Dibacakan

Sementara itu, M. Rolland Nurfa tidak hadir dalam sidang. Ketua BK Yuhadi menjelaskan, ketidakhadiran politisi PKB tersebut disebabkan karena sedang mendampingi ibunya yang menjalani perawatan di RSUD Abdul Moeloek.

Baca Juga :  Ketua Komisi III Agus Djumadi, Respons Positif Kucuran Anggaran Rp5 Miliar dari Kementerian PUPR

 

“Sebelum sidang dimulai, saudara Rolland telah menghubungi saya dan menyatakan menerima apa pun keputusan BK serta tidak mengajukan banding,” jelas Yuhadi.

Yuhadi menjelaskan bahwa dalam perkara etik, ketidakhadiran teradu tidak menghalangi jalannya persidangan maupun pelaksanaan putusan karena dapat dilakukan melalui mekanisme in absensia.

Selain itu, Yuhadi mengungkapkan bahwa sanksi teguran tertulis memiliki konsekuensi administratif yang cukup serius. Sanksi tersebut akan tercatat sebagai arsip resmi Sekretariat DPRD dan menjadi bahan evaluasi bagi partai politik masing-masing.

“Kami memiliki tiga tingkatan sanksi, mulai dari ringan, sedang berupa pencopotan dari alat kelengkapan dewan, hingga berat berupa pemberhentian tetap,” tegasnya.

Satu Laporan Etik Masih Diproses

Terakhir, Yuhadi mengungkapkan bahwa BK DPRD Kota Bandar Lampung saat ini masih menangani satu laporan dugaan pelanggaran kode etik anggota dewan lainnya yang masih dalam tahap penyelidikan.

Perkembangan penanganan laporan tersebut akan disampaikan pada penutupan masa sidang DPRD Kota Bandar Lampung pada 22 Desember 2025 mendatang.(**)

Berita Terkait

Inisiasi Visum Gratis di Bandar Lampung, Anggota DPRD Mayang Djausal Dorong Verifikasi Data yang Akuntabel
SPMB 2026, DPRD Bandar Lampung Ingatkan Masalah Klasik Daya Tampung SMP
Asroni : Jam Belajar Malam Bisa Cegah Kriminalitas Remaja ‎
Ketua Komisi III Agus Djumadi, Respons Positif Kucuran Anggaran Rp5 Miliar dari Kementerian PUPR
Hari Kartini, Ketua Komisi IV Asroni Paslah: UU PPRT Harus Akhiri Eksploitasi Pekerja Rumah Tangga ‎
Suhada Gelar Sosialisasi PIP-WK, Perkuat Nilai Kebangsaan Sekaligus Serap Aspirasi Warga
Fasilitas Sekolah Memprihatinkan, Asroni Desak Disdik Susun Peta Infrastruktur Sekolah
Lewat Sosialisasikan PIP-WK,Agus Djumadi, Ajak Warga Gunter Tingkatkan Kepedulian Lingkungan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 20:22 WIB

Inisiasi Visum Gratis di Bandar Lampung, Anggota DPRD Mayang Djausal Dorong Verifikasi Data yang Akuntabel

Rabu, 13 Mei 2026 - 19:08 WIB

Asroni : Jam Belajar Malam Bisa Cegah Kriminalitas Remaja ‎

Selasa, 12 Mei 2026 - 13:37 WIB

Ketua Komisi III Agus Djumadi, Respons Positif Kucuran Anggaran Rp5 Miliar dari Kementerian PUPR

Rabu, 22 April 2026 - 05:56 WIB

Hari Kartini, Ketua Komisi IV Asroni Paslah: UU PPRT Harus Akhiri Eksploitasi Pekerja Rumah Tangga ‎

Sabtu, 11 April 2026 - 07:39 WIB

Suhada Gelar Sosialisasi PIP-WK, Perkuat Nilai Kebangsaan Sekaligus Serap Aspirasi Warga

Berita Terbaru

PEMKOT BANDAR LAMPUNG

‎Wali Kota Eva Dwiana Bagikan Bantuan Beras kepada Puluhan Ribu Warga ‎

Selasa, 19 Mei 2026 - 19:11 WIB