Asroni : Jam Belajar Malam Bisa Cegah Kriminalitas Remaja ‎

Rabu, 13 Mei 2026 - 19:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: ISTIMEWA


WARNALAMPUNG.ID — Maraknya aksi kenakalan remaja dan tawuran geng motor di Kota Bandar Lampung mendapat sorotan serius dari DPRD Kota Bandar Lampung.

‎‎Pemerintah kota didorong segera menerbitkan aturan tegas terkait jam belajar malam bagi pelajar guna mencegah aksi kriminalitas remaja yang dinilai semakin meresahkan.

‎Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung, Asroni Paslah, mengatakan persoalan kenakalan remaja tidak boleh dianggap sepele karena dapat menjadi ancaman serius apabila tidak segera ditangani secara sistematis.

‎‎Menurutnya, kejadian tawuran antargeng motor yang belakangan terjadi hingga menelan korban jiwa menjadi alarm bagi seluruh pihak, khususnya pemerintah daerah.

‎‎“Pelajar seharusnya tidak keluar malam melewati pukul 22.00 WIB. Kalau melanggar, maka orang tua juga harus ikut bertanggung jawab,” ujar Asroni saat ditemui, Rabu (13/5/2026).

‎‎Politikus Partai Gerindra itu menilai Pemerintah Kota Bandar Lampung perlu segera membuat regulasi yang kuat, baik dalam bentuk peraturan wali kota (Perwali) maupun peraturan daerah (Perda), agar pengawasan terhadap aktivitas pelajar pada malam hari memiliki dasar hukum yang jelas.

Baca Juga :  Ketua Komisi III Agus Djumadi, Respons Positif Kucuran Anggaran Rp5 Miliar dari Kementerian PUPR

‎Asroni mengungkapkan, kondisi di lapangan menunjukkan masih banyak remaja dan pelajar yang berkeliaran hingga larut malam, terutama pada akhir pekan.

‎‎“Kalau malam Sabtu dan Minggu itu ramai sekali anak-anak muda keluar malam. Ini harus menjadi perhatian serius,” katanya.

‎‎Ia menegaskan, keberadaan aturan yang tegas nantinya tidak hanya berfungsi sebagai pengendali perilaku remaja, tetapi juga memperkuat peran orang tua dalam mengawasi anak-anak mereka.

‎Menurutnya, selama ini aparat lingkungan seperti RT, kepala lingkungan, lurah, hingga camat sering kesulitan melakukan penindakan karena tidak memiliki dasar aturan yang kuat.

‎‎“Kalau ada aturan yang jelas, aparat di bawah tidak akan ragu untuk menegur atau mengambil tindakan. Tapi kalau dasar hukumnya lemah, mereka pasti takut-takut,” jelas Asroni Paslah.

‎Asroni juga menyoroti aksi geng motor yang disebut mulai kembali marak di sejumlah wilayah Kota Bandar Lampung. Meski aparat kepolisian rutin melakukan patroli, ia menilai upaya tersebut belum cukup memberikan efek jera.

Baca Juga :  Hari Kartini, Ketua Komisi IV Asroni Paslah: UU PPRT Harus Akhiri Eksploitasi Pekerja Rumah Tangga ‎

‎Karena itu, diperlukan pendekatan yang lebih menyeluruh melalui regulasi dan keterlibatan keluarga dalam pengawasan anak-anak.

‎‎“Tawuran dan geng motor ini mulai merajalela lagi. Patroli memang penting, tapi kalau tidak dibarengi aturan yang kuat, persoalan ini akan terus berulang,” ujarnya.

‎Selain untuk menekan angka kriminalitas remaja, Asroni berharap penerapan jam belajar malam juga dapat menciptakan suasana kota yang lebih aman dan kondusif.

‎‎Ia menilai Bandar Lampung sebagai ibu kota Provinsi Lampung harus mampu menjadi daerah yang ramah pendidikan dan mendukung pembentukan karakter generasi muda.

‎‎“Perwali atau perda soal jam belajar malam ini harus segera diterbitkan agar Bandar Lampung lebih kondusif dan benar-benar menjadi kota pelajar di Provinsi Lampung,” pungkasnya. (***)

Berita Terkait

Inisiasi Visum Gratis di Bandar Lampung, Anggota DPRD Mayang Djausal Dorong Verifikasi Data yang Akuntabel
SPMB 2026, DPRD Bandar Lampung Ingatkan Masalah Klasik Daya Tampung SMP
Ketua Komisi III Agus Djumadi, Respons Positif Kucuran Anggaran Rp5 Miliar dari Kementerian PUPR
Hari Kartini, Ketua Komisi IV Asroni Paslah: UU PPRT Harus Akhiri Eksploitasi Pekerja Rumah Tangga ‎
Suhada Gelar Sosialisasi PIP-WK, Perkuat Nilai Kebangsaan Sekaligus Serap Aspirasi Warga
Fasilitas Sekolah Memprihatinkan, Asroni Desak Disdik Susun Peta Infrastruktur Sekolah
Lewat Sosialisasikan PIP-WK,Agus Djumadi, Ajak Warga Gunter Tingkatkan Kepedulian Lingkungan
Agus Purwanto Gelar Sosialisasi PIP-WK di Kedaung, Tekankan Pancasila yang Humanis dan Sejalan dengan Nilai Al-Qur’an
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 20:22 WIB

Inisiasi Visum Gratis di Bandar Lampung, Anggota DPRD Mayang Djausal Dorong Verifikasi Data yang Akuntabel

Rabu, 13 Mei 2026 - 19:08 WIB

Asroni : Jam Belajar Malam Bisa Cegah Kriminalitas Remaja ‎

Selasa, 12 Mei 2026 - 13:37 WIB

Ketua Komisi III Agus Djumadi, Respons Positif Kucuran Anggaran Rp5 Miliar dari Kementerian PUPR

Rabu, 22 April 2026 - 05:56 WIB

Hari Kartini, Ketua Komisi IV Asroni Paslah: UU PPRT Harus Akhiri Eksploitasi Pekerja Rumah Tangga ‎

Sabtu, 11 April 2026 - 07:39 WIB

Suhada Gelar Sosialisasi PIP-WK, Perkuat Nilai Kebangsaan Sekaligus Serap Aspirasi Warga

Berita Terbaru

PEMKOT BANDAR LAMPUNG

‎Wali Kota Eva Dwiana Bagikan Bantuan Beras kepada Puluhan Ribu Warga ‎

Selasa, 19 Mei 2026 - 19:11 WIB