Dedi Yuginta Gelar Sosialisasi PIP-WK di Kota Baru, Ajak Warga Perkuat Persatuan dan Peduli Lingkungan ‎

Sabtu, 7 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Anggota DPRD Kota Bandar Lampung, Dedi Yuginta, SE., M.Si., (Dok.Warnalampung.id)


WARNALAMPUNG.ID — Anggota DPRD Kota Bandar Lampung, Dedi Yuginta, SE., M.Si., menggelar kegiatan Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP-WK) bersama masyarakat di Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Tanjung Karang Timur, pada Sabtu, 7 Maret 2026.

‎‎Kegiatan tersebut dihadiri oleh tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta warga setempat. Dalam kesempatan itu, Dedi Yuginta mengajak masyarakat untuk terus memperkuat nilai-nilai kebangsaan serta menjaga persatuan dan kesatuan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi bangsa saat ini.

‎‎Menurutnya, kondisi global saat ini diwarnai berbagai dinamika dan ketidakpastian. Situasi tersebut, kata dia, menjadi pelajaran penting bagi bangsa Indonesia untuk tetap menjaga persatuan.

‎‎“Melihat situasi dunia saat ini, berbagai konflik terjadi di sejumlah wilayah seperti yang melibatkan Irak, Amerika Serikat, dan Israel. Kondisi tersebut menjadi pengingat bagi kita semua betapa pentingnya menjaga persatuan,” ujarnya.

‎‎Ia menegaskan bahwa Indonesia memiliki fondasi yang kuat melalui ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan yang harus terus dijaga serta diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

‎‎“Karena itu kita harus memperkuat persatuan melalui ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan. Jangan sampai kita mudah terpecah belah, justru kita harus semakin solid sebagai bangsa,” katanya.

Baca Juga :  Dari Kabel Semrawut hingga Potensi PAD, DPRD Bandar Lampung Godok Raperda Fiber Optik

‎Selain menekankan pentingnya persatuan, Dedi yang dikenal memiliki perhatian terhadap persoalan lingkungan di Kota Bandar Lampung juga menyinggung peristiwa banjir yang belakangan melanda sejumlah wilayah kota.

‎‎Ia mengingatkan masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan yang dapat menyebabkan saluran drainase tersumbat. Selain itu, warga juga diimbau untuk tetap menjaga pohon yang ada di sekitar rumah karena memiliki fungsi penting sebagai daerah resapan air.

‎‎“Pohon yang ada di rumah jangan ditebang, karena itu berfungsi sebagai resapan air. Jika pohon ditebang dan sampah dibuang sembarangan, tentu akan memperparah potensi banjir,” ujarnya.

‎‎Dedi mengungkapkan bahwa banjir yang terjadi beberapa waktu terakhir merupakan salah satu yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir di Kota Bandar Lampung. Bahkan, ia mengaku rumah pribadinya yang telah ditempati sekitar 15 tahun baru pertama kali terdampak banjir.

‎‎“Selama saya tinggal di rumah itu sekitar 15 tahun, baru kemarin air masuk sekitar 10 sentimeter ke dalam rumah. Itu belum pernah terjadi sebelumnya, dan kemarin juga sampai menimbulkan korban jiwa,” ungkapnya.

‎‎Menurut Dedi, persoalan banjir tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh masyarakat. Upaya pemerintah dalam melakukan perbaikan dan pencegahan, menurutnya, akan sulit berhasil apabila masyarakat tidak ikut menjaga lingkungan.

Baca Juga :  Di Tengah Kepungan Fenomena Geng Motor dan Konten Jalanan, Rohis Ditantang Jadi Tembok Benteng Remaja ‎

‎‎“Walaupun pemerintah berupaya melakukan perbaikan drainase, kalau masyarakat masih membuang sampah sembarangan yang menyebabkan saluran tersumbat, tentu akan sulit mengatasi banjir,” jelasnya.

‎‎Dalam kesempatan tersebut, Dedi juga ‎menjelaskan bahwa sebagai anggota legislatif dirinya memiliki tiga fungsi utama, yakni membahas Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), menjalankan fungsi pengawasan terhadap jalannya pemerintahan, serta menyusun dan menetapkan peraturan daerah.

‎‎Ia mengaku selama ini cukup fokus menyuarakan persoalan banjir di Kota Bandar Lampung, terutama melalui perannya sebagai anggota Komisi III DPRD Kota Bandar Lampung yang membidangi pembangunan dan infrastruktur.

‎‎“Saya termasuk yang paling sering menyampaikan persoalan banjir di dewan. Teman-teman di Komisi III juga mengetahui hal itu. Setiap tahun saya terus mendorong agar anggaran penanggulangan banjir ditambah, sehingga penanganannya bisa lebih cepat, tepat, dan tidak terus berulang,” tutupnya.

‎‎Melalui kegiatan Sosialisasi PIP-WK tersebut, Dedi berharap masyarakat tidak hanya memahami nilai-nilai Pancasila dan wawasan kebangsaan, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, termasuk menjaga kerukunan, memperkuat persatuan, serta peduli terhadap lingkungan demi kebaikan bersama.(*)

‎

Berita Terkait

Penyertaan Modal Bank Lampung Dibahas, Yuni Karnelis Sampaikan Pandangan PKS
Di Tengah Kepungan Fenomena Geng Motor dan Konten Jalanan, Rohis Ditantang Jadi Tembok Benteng Remaja ‎
Dari Kabel Semrawut hingga Potensi PAD, DPRD Bandar Lampung Godok Raperda Fiber Optik
Hari Batik Nasional, Agus Djumadi Dorong Bandar Lampung Punya Kampung Batik Khas Lampung
Perlindungan Anak dan Remaja Jadi Perhatian, Yuni Karnelis Dorong Sinergi Semua Pihak
Refleksi Dua Tahun Fraksi PKS, Yuni Karnelis Tegaskan Komitmen Menyerap Aspirasi Masyarakat
Yuni Karnelis: Dua Tahun di DPRD Menjadi Bagian dari Perjalanan Menjaga Amanah Rakyat
Dedi Yuginta Gelar PIP-WK, Ajak Masyarakat Perkuat Nilai Pancasila dan Cintai Produk Lokal
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:11 WIB

Penyertaan Modal Bank Lampung Dibahas, Yuni Karnelis Sampaikan Pandangan PKS

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:19 WIB

Di Tengah Kepungan Fenomena Geng Motor dan Konten Jalanan, Rohis Ditantang Jadi Tembok Benteng Remaja ‎

Jumat, 2 Oktober 2026 - 22:49 WIB

Dari Kabel Semrawut hingga Potensi PAD, DPRD Bandar Lampung Godok Raperda Fiber Optik

Jumat, 2 Oktober 2026 - 20:49 WIB

Hari Batik Nasional, Agus Djumadi Dorong Bandar Lampung Punya Kampung Batik Khas Lampung

Rabu, 30 September 2026 - 19:02 WIB

Perlindungan Anak dan Remaja Jadi Perhatian, Yuni Karnelis Dorong Sinergi Semua Pihak

Berita Terbaru