Suhada: Anak Down Syndrome Adalah Anugerah, Kita Wajib Mendampingi Tanpa Diskriminasi

Jumat, 12 Desember 2025 - 14:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: ISTIMEWA


WARNALAMPUNG.ID — Anggota Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung dari Fraksi PKS, Muhammad Suhada, S.T, mengajak masyarakat untuk lebih membuka hati dan menguatkan nilai kemanusiaan yang menjadi dasar Pancasila. Ajakan ini ia sampaikan dalam kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP-WK), bertepatan dengan peringatan Hari Disabilitas Internasional, pada Rabu 3 Desember 2025.

Di hadapan komunitas PIK Potads, orang tua dan anak-anak penyandang Down Syndrome, Suhada mengungkapkan rasa hormatnya terhadap ketangguhan keluarga yang terus mendampingi anak-anak dengan penuh kasih. Menurutnya, kehangatan dan solidaritas yang tumbuh dalam komunitas ini adalah wujud paling sederhana, namun paling tulus, dari nilai Pancasila yaitu “Persatuan Indonesia”.

“Kita dipertemukan bukan karena satu latar belakang, ataupun agama, tetapi karena satu rasa: rasa cinta kepada anak-anak yang Tuhan titipkan. Mereka hadir bukan sebagai beban, tetapi sebagai anugerah yang harus kita jaga bersama,” ujar Suhada, pada Rabu, 3 Desember 2025.

Komitmen untuk Memastikan Hak Anak Down Syndrom Terpenuhi

Baca Juga :  Asroni : Jam Belajar Malam Bisa Cegah Kriminalitas Remaja ‎

Sebagai anggota Komisi IV yang membidangi Pendidikan, Sosial, dan Kesehatan, Suhada menegaskan bahwa DPRD berkomitmen memperjuangkan layanan pendidikan serta kesehatan yang benar-benar ramah dan setara bagi anak-anak Down Syndrome.

“Setiap anak berhak diperlakukan dengan adil. Mereka mungkin berbeda, tetapi tidak berarti harus dibedakan,” tuturnya.

Ia berharap masyarakat dapat menghilangkan stigma yang selama ini masih melekat, sebab di balik senyum anak-anak Down Syndrom, terdapat perjuangan panjang para orang tua yang dengan sabar dan penuh cinta mengawal tumbuh kembang mereka.

Haru yang Tak Terbendung

Suasana kegiatan berjalan hangat. Beberapa orang tua terlihat meneteskan air mata saat menceritakan perjalanan mereka mendampingi anak-anak. Ada cerita tentang harapan, kekhawatiran, sekaligus kebahagiaan kecil yang mereka syukuri setiap hari.

Momen itu menggambarkan betapa besar cinta dan keteguhan hati para orang tua. Meski menghadapi banyak tantangan, mereka tetap yakin bahwa anak-anak mereka memiliki masa depan yang layak diperjuangkan.

Dalam kesempatan itu, Suhada turut menyampaikan selamat Hari Disabilitas Internasional. Ia mengapresiasi semangat komunitas yang terus saling menguatkan. Ia juga bercerita tentang kegiatannya beberapa hari sebelumnya, ketika mengunjungi rumah-rumah untuk memberikan dukungan dan semangat kepada anak-anak, termasuk mereka yang memiliki Down Syndrome dan tuna rungu.

Baca Juga :  Hari Kartini 2026, Mayang : Perempuan Bukan Lagi Pelengkap di Panggung Politik

Doa untuk Korban Bencana di Sumatera

Diakhir Sambutannya , Suhada menyampaikan duka mendalam atas bencana yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

“Semoga cepat pulih, kami dan teman-teman sedang berupaya mengumpulkan bantuan. Yang saya pikirkan adalah bagaimana keadaan saudara-saudara kita disana, terutama anak-anak disabilitas maupun yang membutuhkan perlindungan lebih,” ucapnya.

Turut hadir dua narasumber dalam kegiatan Pembinaan ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP-WK), Deti febrina, Nuraini khadirun.

Acara ini menjadi pengingat bahwa masyarakat inklusif bukan hanya tentang kebijakan, tetapi tentang hati yang mau memahami. Dengan dukungan orang tua, komunitas, dan pemerintah, setiap anak termasuk anak-anak Down Syndrome, dapat tumbuh dengan bahagia dan dihargai sebagai bagian utuh dari bangsa ini. (Goy)

Berita Terkait

Sengketa Tanah Gotong Royong Memanas, Pengukuran Ulang BPN Picu Kericuhan Warga
Inisiasi Visum Gratis di Bandar Lampung, Anggota DPRD Mayang Djausal Dorong Verifikasi Data yang Akuntabel
SPMB 2026, DPRD Bandar Lampung Ingatkan Masalah Klasik Daya Tampung SMP
Wartawan Disuruh Menunggu, Pejabat Menghilang: Benny Kritik Mentalitas Anti Transparansi
‎Advokat Senior Lampung Umar Djohan Tutup Usia, Rekan Sejawat Kenang Sosok Pengayom ‎
Asroni : Jam Belajar Malam Bisa Cegah Kriminalitas Remaja ‎
Wartawan Sayangkan Sikap Kadisdik Bandar Lampung Saat Dimintai Konfirmasi Perihal TPPO dan Video Viral Kepsek Dinonaktifkan ‎
Ketua Komisi III Agus Djumadi, Respons Positif Kucuran Anggaran Rp5 Miliar dari Kementerian PUPR
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 22:00 WIB

Sengketa Tanah Gotong Royong Memanas, Pengukuran Ulang BPN Picu Kericuhan Warga

Senin, 18 Mei 2026 - 20:22 WIB

Inisiasi Visum Gratis di Bandar Lampung, Anggota DPRD Mayang Djausal Dorong Verifikasi Data yang Akuntabel

Sabtu, 16 Mei 2026 - 13:21 WIB

Wartawan Disuruh Menunggu, Pejabat Menghilang: Benny Kritik Mentalitas Anti Transparansi

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:26 WIB

‎Advokat Senior Lampung Umar Djohan Tutup Usia, Rekan Sejawat Kenang Sosok Pengayom ‎

Rabu, 13 Mei 2026 - 19:08 WIB

Asroni : Jam Belajar Malam Bisa Cegah Kriminalitas Remaja ‎

Berita Terbaru

PEMKOT BANDAR LAMPUNG

‎Wali Kota Eva Dwiana Bagikan Bantuan Beras kepada Puluhan Ribu Warga ‎

Selasa, 19 Mei 2026 - 19:11 WIB