Stabilitas Harga Terjaga, Inflasi Lampung Oktober 2025 Terkendali

Selasa, 4 November 2025 - 08:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: ISTIMEWA


WARNALAMPUNG.ID — Indeks Harga Konsumen (IHK) di Provinsi Lampung pada bulan Oktober 2025 tercatat mengalamiinflasi sebesar 0,23% (mtm), lebih tinggi dibandingkan periode September 2025 yang mengalamiinflasi sebesar 0,16% (mtm).

Realisasi tersebut lebih rendah jika dibandingkan dengan inflasi nasionalsebesar 0,28% (mtm), namun lebih tinggi dibandingkan rata-rata tingkat perkembangan IHK di ProvinsiLampung pada bulan Oktober dalam 3 (tiga) tahun terakhir yang tercatat inflasi sebesar 0,01% (mtm).

Sementara itu, secara tahunan, IHK di Provinsi Lampung pada bulan Oktober 2025 mengalami inflasisebesar 1,20% (yoy), lebih tinggi dibandingkan inflasi bulan sebelumnya yang sebesar 1,17% (yoy),namun lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang sebesar 2,86% (yoy).

Dilihat dari sumbernya, inflasi pada Oktober 2025 utamanya disebabkan oleh kenaikan hargakomoditas kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya, serta makanan, minuman, dan tembakau,utamanya emas perhiasan, daging ayam ras, telur ayam ras, dan cabai merah dengan andilmasing-masing sebesar 0,14%; 0,05%; 0,05%; dan 0,05% (mtm).

Peningkatan harga emasperhiasan sejalan dengan kenaikan harga emas dunia di tengah tingginya ketidakpastian global akibatfaktor geopolitik. Sementara itu, naiknya harga daging ayam ras sejalan dengan minimnya supply DOC(day old chicks) peternak yang diprakirakan berlangsung hingga bulan November 2025, serta turunnyaproduktivitas dipengaruhi oleh faktor cuaca.

Adapun kenaikan harga cabai merah terutama disebabkanoleh menurunnya pasokan pasca berakhirnya periode panen di beberapa sentra produksi.Di sisi lain, inflasi yang lebih tinggi pada bulan Oktober 2025 tertahan oleh penurunan harga bawangmerah, tomat, cabai rawit, dan gula pasir dengan andil masing-masing sebesar -0,15%; -0,03%; -0,04; dan -0,02% (mtm).

Penurunan harga bawang merah, tomat dan cabai rawit sejalan denganmasuknya periode panen di beberapa sentra produksi. Sementara itu, penurunan harga gula pasirdidukung oleh terjaganya stok lokal seiring perbaikan faktor produksi tebu domestik.

Baca Juga :  Pegadaian Raih 2 Penghargaan Indonesia WOW Brand 2026, Perkuat Ekosistem Digital Emas dan Kepercayaan Nasabah ‎

Ke depan, KPw BI Provinsi Lampung memprakirakan bahwa inflasi di Provinsi Lampung akan tetapterjaga pada rentang sasaran inflasi 2,5±1% (yoy) sepanjang tahun 2025. Namun, beberapa risikoperlu diwaspadai dan dimitigasi, diantaranya dari Inflasi Inti (Core Inflation) berupa (i) peningkatanpermintaan agregat sebagai dampak dari kenaikan UMP sebesar 6,5% yang direalisasikan secarabertahap pada tahun 2025 dan HBKN Natal dan Tahun Baru di akhir tahun 2025; dan (ii) berlanjutnyakenaikan harga emas dunia seiring masih tingginya ketidakpastian geopolitik dan sentimen kebijakanekonomi Amerika Serikat.

Selanjutnya dari sisi Inflasi bahan makanan bergejolak (Volatile Food) adalah(i) peningkatan harga beras pasca berakhirnya periode panen gadu dan masuknya puncak musimtanam; dan (ii) Potensi peningkatan harga komoditas strategis jelang akhir tahun didorong oleh liburHBKN Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Adapun risiko dari inflasi harga yang diatur pemerintah(Administered Price) yang perlu dicermati adalah kenaikan harga minyak dunia dipicu potensigangguan pasokan global, sejalan dengan berlanjutnya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Meninjau perkembangan inflasi bulan berjalan dan mempertimbangkan risiko inflasi ke depan, BankIndonesia dan TPID Provinsi Lampung akan terus melanjutkan upaya menjaga stabilitas hargamelalui strategi 4K.

 

1.Keterjangkauan Harga

  • Melakukan operasi pasar beras/SPHP secara terarah dan targeted.

 

  • Melakukan monitoring harga dan pasokan, khususnya pada komoditas yang berisikomengalami kenaikan harga pada bulan Oktober, utamanya beras dan komoditas hortikultura.

2.Ketersediaan Pasokan

  • Perluasan Implementasi Toko Pengendalian Inflasi di seluruh wilayah IHK/Non-IHK.
Baca Juga :  Bank Indonesia Lampung Gelar Opening Ceremony LaSEF 2026, Perkuat Ekonomi Syariah Inklusif dan Berkelanjutan ‎

 

  • Penguatan kerja sama antar daerah (KAD) antar-Provinsi maupun intra-Provinsi untuk

 

  • komoditas defisit dan berisiko defisit dengan sentra produksi.

 

  • Penguatan koordinasi antar OPD terkait untuk mempercepat realisasi pelaksanaan program swasembada pangan di Provinsi Lampung, utamanya melalui optimalisasi lahan, penggunaan

 

  • varietas unggul, bantuan alsintan, serta memastikan kelancaran pendistribusian pupuk

 

  • bersubsidi secara tepat guna dan tepat sasaran.

 

  • Penguatan data pasokan dalam rangka memperkuat monitoring ketersediaan pasokan.

3. Kelancaran Distribusi

  • Memastikan kecukupan kapasitas dan jumlah moda transportasi untuk menjaga kelancaran lalu lintas angkutan barang dan manusia.

 

  • Penguatan kapasitas transportasi dengan penambahan volume penerbangan Lampung – Jakarta dan reaktivasi rute penerbangan Lampung – Bali dan Lampung – Jogja.

 

  • Melanjutkan upaya perbaikan jalan kabupaten/kota dan pedesaan yang dilalui oleh angkutan barang bahan pangan.

 

  • Memastikan keberlanjutan dan penguatan implementasi Mobil TOP (Transportasi Operasi Pasar) dalam menjaga kelancaran operasi pasar.

 

  • Bekerja sama dengan OPD dan Bulog dalam pemberian dukungan Subsidi Ongkos Angkut (SOA).

4. Komunikasi efektif

  • Melakukan rapat koordinasi rutin TPID Provinsi dan Kabupaten/Kota dalam rangka menjaga awareness terkait dinamika harga dan pasokan terkini.

 

  • Memperkuat sinergi komunikasi dalam rangka menjaga ekspektasi positif terhadap prospek perkembangan harga dan kecukupan pasokan.

 

  • Penguatan sistem informasi neraca pangan melalui integrasi data pangan terkini dan berkualitas untuk mendukung pengambilan kebijakan pengendalian harga yang tepat.

 

  • Pemanfaatan media digital luar ruang berupa videotron untuk penyampaian informasi terkini inflasi di Provinsi Lampung. (***)

Berita Terkait

Bank Indonesia Lampung Gelar Opening Ceremony LaSEF 2026, Perkuat Ekonomi Syariah Inklusif dan Berkelanjutan ‎
Pegadaian Raih 2 Penghargaan Indonesia WOW Brand 2026, Perkuat Ekosistem Digital Emas dan Kepercayaan Nasabah ‎
Mendunia! Pegadaian Sabet The Asset Triple A 2026, Dorong Inklusi Keuangan & MengEMASkan Indonesia
‎OJK Lampung Perkuat Inklusi keuangan Syariah Lewat EPIKS di Lamtim dan Metro
Pegadaian Jadi Saksi Peluncuran Fatwa Bulion Syariah, Dorong Investasi Emas Nasional
PT. Pegadaian Resmikan The Gade Creative Lounge di Universitas Lampung, Dorong Kreativitas dan Literasi Keuangan Mahasiswa
Bank Lampung Teguhkan Semangat Greatest One di Usia 60 Tahun
Banjir Hadiah di Awal Tahun, Pegadaian Umumkan Pengundian Badai Emas Periode II Tahun 2025
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 19:04 WIB

Bank Indonesia Lampung Gelar Opening Ceremony LaSEF 2026, Perkuat Ekonomi Syariah Inklusif dan Berkelanjutan ‎

Selasa, 21 April 2026 - 05:25 WIB

Pegadaian Raih 2 Penghargaan Indonesia WOW Brand 2026, Perkuat Ekosistem Digital Emas dan Kepercayaan Nasabah ‎

Jumat, 17 April 2026 - 05:15 WIB

Mendunia! Pegadaian Sabet The Asset Triple A 2026, Dorong Inklusi Keuangan & MengEMASkan Indonesia

Rabu, 25 Februari 2026 - 05:19 WIB

‎OJK Lampung Perkuat Inklusi keuangan Syariah Lewat EPIKS di Lamtim dan Metro

Rabu, 18 Februari 2026 - 05:41 WIB

Pegadaian Jadi Saksi Peluncuran Fatwa Bulion Syariah, Dorong Investasi Emas Nasional

Berita Terbaru

PEMKOT BANDAR LAMPUNG

‎Wali Kota Eva Dwiana Bagikan Bantuan Beras kepada Puluhan Ribu Warga ‎

Selasa, 19 Mei 2026 - 19:11 WIB