Gubernur Lampung Hadiri Halal Bihalal Perantau Sumbagsel di Palembang ‎

PEMPROV LAMPUNG459 Dilihat

FOTO: ISTIMEWA


WARNALAMPUNG.ID — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menghadiri kegiatan Halal Bihalal Masyarakat Perantau Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) yang digelar di Griya Agung, Rumah Dinas Gubernur Sumatera Selatan, Palembang, Sabtu (25/4/2026).

‎Kehadiran Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menjadi simbol komitmen Pemerintah Provinsi Lampung dalam mempererat sinergi dan kolaborasi antardaerah di kawasan Sumatera Bagian Selatan.

‎Usai kegiatan, Gubernur yang akrab disapa Mirza tersebut menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya ajang silaturahmi yang mempertemukan masyarakat perantau dari lima provinsi di wilayah Sumbagsel.

‎Menurutnya, banyak tokoh asal Sumbagsel yang kini menduduki posisi strategis di tingkat nasional dan diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi percepatan pembangunan kawasan.

‎“Ke depan, kita berharap tokoh-tokoh tersebut dapat berkontribusi lebih besar dalam mengejar ketertinggalan Sumbagsel agar semakin maju dan memiliki daya saing,” ujarnya.

‎Ia juga menegaskan posisi strategis Provinsi Lampung sebagai pintu gerbang Pulau Sumatera yang memiliki potensi besar dalam mendukung pengembangan kawasan Sumbagsel secara terpadu.

‎‎Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menjelaskan bahwa kegiatan halal bihalal ini bertujuan memperkuat ikatan kultural masyarakat Sumbagsel yang meliputi Provinsi ‎Sumatera Selatan, Lampung, Bengkulu, Jambi, serta Kepulauan Bangka Belitung.

‎Menurutnya, pertemuan tersebut bukan untuk menunjukkan kekuatan kelompok tertentu, melainkan memperkuat kebersamaan dalam membangun daerah.

‎“Keakraban dan kekerabatan ini diharapkan semakin nyata dalam langkah bersama membangun daerah, tanpa mengesampingkan wilayah lain di Indonesia,” kata Herman Deru.

‎Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyoroti perlunya percepatan pembangunan di wilayah Sumbagsel yang dinilai mulai tertinggal dibandingkan kawasan lain seperti Indonesia Timur dan Kalimantan.

‎“Dulu kita unggul, tetapi sekarang pertumbuhan di wilayah lain sangat pesat. Karena itu, kita perlu memetakan potensi Sumbagsel secara bersama-sama,” ujarnya.

‎Ia mendorong lima provinsi di kawasan tersebut untuk menyusun peta jalan pembangunan guna mengoptimalkan potensi daerah serta mempercepat kemajuan ekonomi regional.

‎Senada, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan bahwa semangat membangun daerah asal bukanlah bentuk primordialisme, melainkan dorongan alami untuk berkontribusi bagi kemajuan bangsa.

‎Menurutnya, kesolidan antardaerah diperlukan untuk memanfaatkan akses terhadap kebijakan nasional, termasuk percepatan berbagai program strategis seperti pembangunan Tol Trans Sumatera.

‎Sementara itu, Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin menekankan pentingnya sinergi kolektif antara tokoh nasional dan kepala daerah asal Sumbagsel. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat menghidupkan kembali semangat kejayaan maritim Sriwijaya dalam konteks pembangunan modern.

‎Sultan juga menyoroti banyaknya tokoh ‎asal Sumbagsel yang kini menduduki jabatan penting di tingkat nasional, di antaranya Menko Pangan Zulkifli Hasan, Mendagri Tito Karnavian, serta Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad.

‎“Ini bukan soal feodalisme, melainkan kebanggaan dan tanggung jawab untuk berkontribusi bagi pembangunan nasional. Suksesnya kepemimpinan nasional adalah sukses kita bersama,” tegasnya.

‎Momentum halal bihalal ini menjadi titik awal penguatan sinergi lintas daerah di Sumatera Bagian Selatan dalam menyelaraskan visi pembangunan, mengoptimalkan potensi bersama, serta mendorong percepatan kemajuan kawasan yang berdaya saing di tingkat nasional.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *