Tokoh Pemuda Lampung Dukung Penguatan Mitigasi Konflik Gajah di TNWK

Rabu, 4 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: ILUSTRASI


‎WARNALAMPUNG.ID — Tokoh pemuda Lampung, Maradoni, S.A.P., menyatakan dukungan penuh terhadap langkah pemerintah pusat bersama Pemerintah Provinsi Lampung, Kodam XXI/Radin Inten, Polri, serta Balai Taman Nasional Way Kambas (TNWK) dalam memperkuat mitigasi konflik antara manusia dan gajah di kawasan Taman Nasional Way Kambas.

‎Menurut Maradoni, sinergi lintas sektor yang dibangun pemerintah merupakan langkah strategis untuk menekan risiko dan dampak konflik satwa liar terhadap masyarakat desa penyangga. Ia menilai, mitigasi harus dilakukan secara terencana melalui pembangunan fisik, penguatan kawasan konservasi, serta peningkatan kesadaran dan kapasitas masyarakat.

‎“Kami mendukung penuh program pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden RI Bapak Prabowo Subianto terkait pengelolaan dan perlindungan Taman Nasional Way Kambas. Bahkan, dalam kunjungan bilateral ke Britania Raya, Presiden Prabowo mendapat komitmen dukungan dari Raja Charles untuk pemeliharaan hutan TNWK. Ini menunjukkan Way Kambas mendapat perhatian dunia internasional,” ujarnya, pada Rabu, 4 Febuari 2026.

‎Ia menegaskan, melalui Kementerian Kehutanan RI dan Balai TNWK, pemerintah pusat telah menunjukkan keseriusan dalam menjaga keberlanjutan kawasan konservasi yang dilindungi undang-undang sejak 1989 tersebut.

Baca Juga :  Pemprov Lampung Lantik Satu Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan Dua Pejabat Fungsional, Sekdaprov Marindo Tekankan Penguatan Pembangunan Manusia ‎

‎Reboisasi Jadi Kunci Menjaga Ekosistem

‎Maradoni menyebut, program reboisasi dan penanaman pohon yang dijalankan pemerintah menjadi bagian penting dari mitigasi konflik satwa liar, sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem dan mendukung pengurangan emisi karbon.

‎“Reboisasi bukan lagi sekadar wacana, melainkan keharusan agar flora dan fauna tetap lestari serta konflik satwa liar dapat ditekan,” katanya.

‎Terkait konflik gajah dengan masyarakat desa penyangga, Maradoni menyatakan pemerintah pusat bersama Pemerintah Provinsi Lampung telah menyiapkan solusi konkret berupa pembangunan kanal atau tanggul penghalang.

‎‎“Pembangunan kanal atau tanggul bertujuan mencegah gajah masuk ke permukiman warga dan merusak lahan pertanian. Ini langkah mitigasi nyata yang harus didukung,” ujarnya.

‎Ia juga menegaskan dukungannya terhadap sinergi antara Pemprov Lampung, Kodam XXI/Radin Inten, Polri, Balai TNWK, Pemerintah Kabupaten Lampung Timur, unsur masyarakat, serta mitra konservasi.

‎Imbau Masyarakat Tetap Bijak dan Jaga Kondusivitas

‎Tak hanya itu, Maradoni mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh isu-isu yang tidak bertanggung jawab dan tetap mendukung kebijakan pemerintah dalam menjaga kondusivitas wilayah.

Baca Juga :  Kejati Lampung Kawal Proyek Mitigasi Konflik Gajah di TNWK

‎“Taman Nasional Way Kambas adalah kebanggaan nasional yang harus dijaga bersama. Pengelolaan konservasi harus memastikan satwa yang dilindungi dirawat dengan baik sekaligus masyarakat di sekitar kawasan merasa aman,” kata dia.

‎Maradoni menambahkan, Taman Nasional Way Kambas perlu dikelola secara berkelanjutan, tidak hanya bernilai historis, tetapi juga menjamin kesehatan dan kesejahteraan gajah yang dilindungi.

‎‎“Harapan kami, pengelolaan konservasi benar-benar memastikan gajah-gajah dirawat dengan baik, sehat, dan bugar. Kritik yang kami sampaikan bersifat membangun demi pengelolaan yang lebih optimal,” ungkapnya.

‎Menutup pernyataannya, Maradoni yang dikenal dengan julukan Si Peci Merah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersikap bijak dan menjaga suasana kondusif.

‎“Mari kita sama-sama mendukung penuh program pemerintah pusat dan bersikap bijak menyikapi isu-isu yang tidak bertanggung jawab, sehingga tercipta suasana kondusif di Provinsi Lampung, khususnya di desa-desa penyangga Kabupaten Lampung Timur. Kita tetap semangat mengawal program Presiden RI Bapak Prabowo Subianto,” tutupnya.(***)

Berita Terkait

TNWK Matangkan Sistem AI, Pantau Gajah hingga Deteksi Karhutla Secara Real-Time
Kejati Lampung Kawal Proyek Mitigasi Konflik Gajah di TNWK
74 Titik Api di Way Kambas: WALHI Sebut Kebakaran Berulang Gagalkan Perlindungan Konservasi
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 16:31 WIB

TNWK Matangkan Sistem AI, Pantau Gajah hingga Deteksi Karhutla Secara Real-Time

Kamis, 24 September 2026 - 16:25 WIB

Kejati Lampung Kawal Proyek Mitigasi Konflik Gajah di TNWK

Minggu, 23 Agustus 2026 - 20:40 WIB

74 Titik Api di Way Kambas: WALHI Sebut Kebakaran Berulang Gagalkan Perlindungan Konservasi

Rabu, 4 Februari 2026 - 10:36 WIB

Tokoh Pemuda Lampung Dukung Penguatan Mitigasi Konflik Gajah di TNWK

Berita Terbaru