FOLK Mulai Roadshow Sosialisasi Lampung Fest 2025, dari Kampus ke Ruang Publik

Jumat, 24 Oktober 2025 - 02:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: ISTIMEWA


WARNALAMPUNG.ID — Menjelang penyelenggaraan Lampung Fest 2025 pada 11–25 November di PKOR Way Halim, Forum Lampung Kreatif (FOLK) mulai menggencarkan promosi melalui roadshow di kampus, mal, dan area Car Free Day (CFD) Bandar Lampung.

Kegiatan bertajuk Road to Lampung Fest 2025 ini menjadi ajang interaksi langsung antara panitia dan masyarakat, sekaligus menegaskan semangat festival sebagai pesta rakyat yang inklusif.

Ketua Forum Lampung Kreatif, Riqwan Sahari (Ale), mengatakan roadshow tersebut merupakan implementasi nyata dari sinergi Pentahelix dalam menggerakkan pariwisata daerah.

“Kami tidak hanya bergantung pada promosi digital. Melalui kegiatan di kampus dan CFD, kami menggerakkan unsur komunitas secara langsung,” ujar Ale di halte shuttle bus Unila, pada Kamis 23 Oktober 2025.

“Ini menjadi cara kami menjemput antusiasme mahasiswa, pelajar, dan masyarakat umum, sekaligus memastikan informasi tentang Lampung Fest tersampaikan dengan baik,” Ale menambahkan.

Festival yang mengusung tema “Coffee and Tourism” ini menargetkan kunjungan hingga 300 ribu orang. Selama 15 hari, pengunjung akan disuguhkan beragam atraksi seni budaya, pameran UMKM, serta pertunjukan artis lokal dan nasional.

Baca Juga :  UD Sumatera Baja Bantah Tudingan Aktivitas Tambang Ilegal: Kegiatan Sesuai Izin Kegiatan

Ale menjelaskan, tahun ini panitia mengadopsi prinsip Paradox Marketing “Get More, Pay Less”, di mana masyarakat dapat menikmati lebih banyak atraksi dan hiburan dengan akses masuk gratis ke area festival.

“Kami ingin menghadirkan pengalaman terbaik tanpa memberatkan pengunjung. Semua bisa menikmati, tanpa tiket masuk,” katanya.

“Sementara bagi yang ingin menonton konser musik, tiket dijual dengan harga terjangkau,” tambahnya.

Pada beberapa lokasi roadshow, panitia juga membagikan kopi gratis kepada pengunjung, sebagai simbol semangat tema “Coffee and Tourism”.

Tak hanya itu, tiket gratis untuk menonton konser di Lampung Fest juga akan dibagikan kepada peserta yang beruntung melalui kuis dan tantangan media sosial.

Menurut Ale, konsep tersebut dirancang agar festival tetap menjadi ruang publik yang terbuka sekaligus memberi kesempatan bagi industri kreatif dan musisi untuk berkontribusi.

“Kami ingin menghadirkan keseimbangan. Masyarakat bisa menikmati suasana pesta rakyat, sementara sektor kreatif dan pelaku hiburan juga mendapatkan ruang ekonomi,” katanya.

Baca Juga :  Sengketa Tanah Gotong Royong Memanas, Pengukuran Ulang BPN Picu Kericuhan Warga

Selain memperkenalkan konten festival, rangkaian promosi juga menginformasikan kemudahan akses menuju lokasi kegiatan serta penyediaan amenitas pendukung. Panitia menyosialisasikan rute transportasi, batasan tarif parkir resmi, hingga area khusus pelaku UMKM dan komunitas kreatif.

Melalui strategi promosi berbasis komunitas ini, Forum Lampung Kreatif berharap Lampung Fest bisa menjadi wadah penguatan ekonomi kreatif dan pariwisata daerah.

“Kami berupaya menghadirkan event besar yang mandiri, efisien, dan berbasis kolaborasi. Pemerintah berperan sebagai fasilitator, sementara dukungan datang dari pihak swasta dan komunitas,” ujarnya.

Kampus Unila menjadi kunjungan pertama panitia Lampung Fest. Selanjutnya “Road to Lampung Fest 2025” akan bertandang ke Universitas Bandar Lampung, Mal Boemi Kedaton, Universitas Teknokrat Indonesia, IIB Darmajaya, Politeknik Negeri Lampung, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung, Institut Teknologi Sumatera (ITERA), serta area Car Free Day (CFD) Tugu Adipura.

“Kami menjemput semangat rakyat dari kampus hingga ruang publik, karena Lampung Fest adalah milik bersama,” pungkasnya. (***)

Berita Terkait

Sengketa Tanah Gotong Royong Memanas, Pengukuran Ulang BPN Picu Kericuhan Warga
Wartawan Disuruh Menunggu, Pejabat Menghilang: Benny Kritik Mentalitas Anti Transparansi
‎Advokat Senior Lampung Umar Djohan Tutup Usia, Rekan Sejawat Kenang Sosok Pengayom ‎
Wartawan Sayangkan Sikap Kadisdik Bandar Lampung Saat Dimintai Konfirmasi Perihal TPPO dan Video Viral Kepsek Dinonaktifkan ‎
Kajati Lampung Lantik Wakajati dan Kajari Lampung Timur yang Baru
‎Banjir Bandar Lampung, Tanggung Jawab Siapa? Ini Analisis Akademisi Unila ‎ ‎
UD Sumatera Baja Bantah Tudingan Aktivitas Tambang Ilegal: Kegiatan Sesuai Izin Kegiatan
‎Pengurus IKBL Gelar Jumat Berkah, Bakti Sosial hingga Buka Bersama
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 22:00 WIB

Sengketa Tanah Gotong Royong Memanas, Pengukuran Ulang BPN Picu Kericuhan Warga

Sabtu, 16 Mei 2026 - 13:21 WIB

Wartawan Disuruh Menunggu, Pejabat Menghilang: Benny Kritik Mentalitas Anti Transparansi

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:26 WIB

‎Advokat Senior Lampung Umar Djohan Tutup Usia, Rekan Sejawat Kenang Sosok Pengayom ‎

Rabu, 13 Mei 2026 - 14:23 WIB

Wartawan Sayangkan Sikap Kadisdik Bandar Lampung Saat Dimintai Konfirmasi Perihal TPPO dan Video Viral Kepsek Dinonaktifkan ‎

Selasa, 5 Mei 2026 - 18:18 WIB

Kajati Lampung Lantik Wakajati dan Kajari Lampung Timur yang Baru

Berita Terbaru

PEMKOT BANDAR LAMPUNG

‎Wali Kota Eva Dwiana Bagikan Bantuan Beras kepada Puluhan Ribu Warga ‎

Selasa, 19 Mei 2026 - 19:11 WIB