Meutya Hafid: 90 Juta Peluang Kerja Baru Terbuka Lewat AI

Sabtu, 25 Oktober 2025 - 07:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: (Dok. Humas Kemkomdigi)


WARNALAMPUNG.ID – Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan bahwa kecerdasan Artifisial (AI) adalah peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia, bukan ancaman bagi tenaga kerja manusia.

“Dikabarkan kecerdasan artifisial akan menggantikan sekitar 85 juta pekerjaan pada tahun 2025. Namun, pada saat yang bersamaan, AI juga berpotensi menciptakan 90 juta pekerjaan baru di berbagai bidang. Karena itu, AI perlu diwaspadai, tetapi tidak perlu ditakuti,” ujar Meutya dalam acara kumparan AI for Indonesia di The Ballroom Djakarta Theater, pada Kamis 23 Oktober 2025.

Menurut Meutya, Indonesia termasuk salah satu negara paling optimistis di dunia dalam menghadapi perkembangan AI.

Masyarakat menunjukkan kesiapan tinggi dalam menerima teknologi baru tanpa rasa takut berlebihan.

Baca Juga :  PLN Pastikan Keandalan Listrik, UTBK-SNBT 2026 di Unila Berjalan Lancar Hingga Hari Terakhir ‎

“Berdasarkan berbagai survei, Indonesia dinilai sebagai negara yang mampu menerima AI dengan baik, tidak takut, dan itu merupakan pertanda yang baik,” ucapnya.

Meutya menegaskan bahwa AI harus diposisikan untuk memperkuat kemampuan manusia, bukan menggantikannya.

“Kita coba melihat dan membicarakan AI dari perspektif yang berbeda. Bukan sekadar data dan angka, melainkan bagaimana AI bisa dimaknai sebagai alat bantu yang memperkuat manusia,” tuturnya.

Pemerintah, kata Meutya, tengah menyusun Peta Jalan Nasional AI sebagai panduan strategis lintas sektor.

Regulasi ini diharapkan terbit pada awal 2026 melalui Peraturan Presiden.

“Insyaallah pada awal tahun 2026, Peraturan Presiden tentang peta jalan ini sudah dapat diterbitkan dan menjadi pedoman bagi kita semua,” jelasnya.

Baca Juga :  PLN Pastikan Keandalan Listrik, UTBK-SNBT 2026 di Unila Berjalan Lancar Hingga Hari Terakhir ‎

Selain menyiapkan regulasi, pemerintah juga berfokus pada pemerataan akses digital agar seluruh masyarakat dapat menikmati manfaat AI.

“Yang juga penting adalah bagaimana membuat AI berikutnya menjadi inklusif. Kami juga telah melelang frekuensi 1,4 GHz untuk menghadirkan internet yang lebih murah dan merata,” kata Meutya.

Menkomdigi menutup paparannya dengan ajakan agar semua pihak memanfaatkan AI secara bijak dan bertanggung jawab.

“Ketika pemanfaatannya dilakukan dengan baik, AI akan membawa kebaikan. Demokrasi teknologi menuntut tanggung jawab bersama, dan kita semua memiliki peran yang sama penting dalam menentukan arah perkembangan AI ke depan,” pungkasnya. (***)

Berita Terkait

PLN Pastikan Keandalan Listrik, UTBK-SNBT 2026 di Unila Berjalan Lancar Hingga Hari Terakhir ‎
Menteri Imipas Lantik Dirjen dan Staf Ahli Kemenimipas
Pergerakan Mudik 2026: Data Lengkap Jawa–Sumatera dan Sebaliknya
‎Resmi! Pemerintah Tetapkan Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 21 Maret 2026
Sambangi Kantor Satgas PKH di Jakarta Selatan, Ardho Desak Penyitaan Aset dan Stop Aktivitas di Register 44
Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026
Kemenag Gelar Sidang Isbat Awal Ramadhan 1447 H Selasa, 17 Februari 2026
Menuju Puncak HPN 2026: Tarian Abung Siwo Migo Lampung Utara Buka Dialog Kebudayaan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 19:12 WIB

PLN Pastikan Keandalan Listrik, UTBK-SNBT 2026 di Unila Berjalan Lancar Hingga Hari Terakhir ‎

Rabu, 1 April 2026 - 14:02 WIB

Menteri Imipas Lantik Dirjen dan Staf Ahli Kemenimipas

Senin, 23 Maret 2026 - 11:56 WIB

Pergerakan Mudik 2026: Data Lengkap Jawa–Sumatera dan Sebaliknya

Kamis, 19 Maret 2026 - 13:16 WIB

‎Resmi! Pemerintah Tetapkan Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 21 Maret 2026

Kamis, 5 Maret 2026 - 10:03 WIB

Sambangi Kantor Satgas PKH di Jakarta Selatan, Ardho Desak Penyitaan Aset dan Stop Aktivitas di Register 44

Berita Terbaru

PEMKOT BANDAR LAMPUNG

‎Wali Kota Eva Dwiana Bagikan Bantuan Beras kepada Puluhan Ribu Warga ‎

Selasa, 19 Mei 2026 - 19:11 WIB