Semangat 17 Agustus, Warga RW 4 Tejosari Kompak Hidupkan Tradisi Karnaval ‎

Senin, 17 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: ISTIMEWA


WARNALAMPUNG.ID — Di tengah derasnya arus modernisasi, warga RW 4, Kelurahan Tejosari, Kecamatan Metro Timur, Kota Metro, Lampung, terus mempertahankan nilai-nilai agama, sosial, dan budaya melalui berbagai kegiatan bersama.

‎‎Aktivitas tersebut melibatkan berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak hingga lansia. Kegiatan keagamaan, olahraga, gotong royong, hingga kesenian tradisional menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari.

‎‎Semangat kebersamaan warga juga terlihat dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia. Setiap tahun, warga RW 4 turut menjadi penggerak dalam pelaksanaan Karnaval 17 Agustus.

‎‎Persiapan hingga pelaksanaan karnaval dilakukan secara gotong royong. Warga bahu-membahu mempersiapkan berbagai kebutuhan untuk memeriahkan perayaan kemerdekaan.

‎‎Kegiatan keagamaan menjadi salah satu aktivitas yang rutin dilakukan masyarakat. Warga dewasa mengikuti pengajian, sementara anak-anak mengikuti kegiatan mengaji setiap sore.

‎‎Selain meningkatkan pemahaman agama, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi sekaligus menanamkan nilai-nilai keislaman kepada generasi muda.

‎Aktif dalam Kegiatan Sosial dan Budaya

‎‎Kehidupan sosial warga RW 4 juga diwarnai berbagai kegiatan bersama. Salah satunya senam lansia yang digelar secara rutin.

‎‎Kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan menjaga kesehatan dan kebugaran para lansia, tetapi juga menjadi ruang bagi mereka untuk berkumpul dan bersosialisasi.

‎‎Semangat gotong royong turut dipertahankan melalui kerja bakti yang dilakukan secara berkala. Warga bersama-sama menjaga kebersihan serta kerapian lingkungan tempat tinggal.

‎‎Di bidang kebudayaan, warga RW 4 juga berupaya menjaga kesenian tradisional Janger dan Kuda Lumping.

‎‎Kedua kesenian tersebut dilatih dan ditampilkan oleh warga. Selain menjadi hiburan, keberadaan kesenian itu menjadi bagian dari upaya menjaga warisan budaya agar tetap dikenal dan diteruskan kepada generasi berikutnya.

‎‎Mahasiswa KKN Ikut Terlibat

‎‎Semangat kebersamaan warga RW 4 juga menjadi ruang bagi mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Malahayati, Kelompok 77, untuk berbaur langsung dengan masyarakat.

‎‎Selama menjalankan KKN, mahasiswa tidak hanya menjalankan program kerja, tetapi ikut terlibat dalam berbagai aktivitas masyarakat.

‎‎Mereka mengikuti pengajian, mendampingi anak-anak mengaji, mengikuti senam lansia, kerja bakti, serta turut memeriahkan kegiatan kesenian Janger dan Kuda Lumping.

‎‎Salah satu program yang digagas mahasiswa KKN Kelompok 77 yakni Harmoni Nusantara.

‎‎Melalui program tersebut, mahasiswa ikut mengajar mengaji anak-anak setiap Senin hingga Kamis. Mereka juga berpartisipasi dalam pengajian bersama ibu-ibu dan bapak-bapak warga RW 4.

‎‎Program Harmoni Nusantara menjadi bentuk kolaborasi mahasiswa dengan masyarakat dalam menjaga nilai-nilai keagamaan sekaligus mempererat hubungan antar-generasi.

‎‎Selain itu, mahasiswa KKN Kelompok 77 menginisiasi Klinik Belajar yang dilaksanakan setiap Jumat sore.

‎Kegiatan tersebut menjadi wadah pendampingan belajar bagi anak-anak. Mahasiswa membantu mereka memahami materi pelajaran sekolah sekaligus mengarahkan waktu luang dengan aktivitas yang positif.

‎‎Kehadiran mahasiswa KKN mendapat sambutan hangat dari warga. Interaksi yang terbangun dinilai memperkuat semangat gotong royong sekaligus memberikan warna baru dalam berbagai kegiatan masyarakat.

‎Rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan bahwa nilai agama, sosial, dan budaya masih dapat berjalan beriringan di tengah perkembangan zaman.

‎‎Kolaborasi antara warga dan mahasiswa KKN juga menjadi contoh bahwa keberlangsungan nilai-nilai tersebut dapat dijaga melalui keterlibatan bersama dan aksi nyata di lingkungan masyarakat.(*)

Berita Terkait

ADUJAK 2026, BKKBN Lampung Dorong Duta Genre Jadi Agen Perubahan ‎ ‎
SBBML Resmi Dideklarasikan, Tonggak Baru Perjuangan Buruh Bongkar Muat di Lampung
Simalakama Badai PHK dan Rahasia Dapur Aplikator: Mengintip Lapak Ojol Lampung yang Kian Sesak
Merajut Benang Emas di Tengah Tugas Negara: Perjalanan Asri Bangkitkan Tapis Lampung
Festival KKN Unila di Karunia Indah Ramai, UMKM Lokal Diserbu Warga ‎
KNPI Provinsi Lampung Terima Penghargaan Kolaborasi pada Seminar Nasional “How To Be A Great” di Graha Adora
Festival Bebay Butabuh 2025, Panggung Perempuan Lampung Lestarikan Budaya Daerah
Meski Diguyur Hujan, Tangan Lampung Berhasil Tanam 5.000 Mangrove di Pulau Pasaran
Berita ini 45 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 13:54 WIB

ADUJAK 2026, BKKBN Lampung Dorong Duta Genre Jadi Agen Perubahan ‎ ‎

Senin, 17 Agustus 2026 - 19:20 WIB

Semangat 17 Agustus, Warga RW 4 Tejosari Kompak Hidupkan Tradisi Karnaval ‎

Sabtu, 27 Juni 2026 - 19:58 WIB

SBBML Resmi Dideklarasikan, Tonggak Baru Perjuangan Buruh Bongkar Muat di Lampung

Kamis, 25 Juni 2026 - 15:41 WIB

Simalakama Badai PHK dan Rahasia Dapur Aplikator: Mengintip Lapak Ojol Lampung yang Kian Sesak

Jumat, 10 April 2026 - 07:30 WIB

Merajut Benang Emas di Tengah Tugas Negara: Perjalanan Asri Bangkitkan Tapis Lampung

Berita Terbaru