‎Lewat Sosialisasi PIP-WK, Suhada Tegaskan Pentingnya Toleransi Antarumat Beragama

Sabtu, 21 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Anggota DPRD Kota Bandar Lampung, Muhammad Suhada, S.T., (Dok.Warnalampung.id)


WARNALAMPUNG.ID – Anggota DPRD Kota Bandar Lampung dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Muhammad Suhada, S.T., menggelar kegiatan Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP-WK) di Kelurahan Durian Payung, Kecamatan Tanjung Karang Pusat, Kota Bandar Lampung, pada Sabtu 21 Februari 2026.

‎Kegiatan tersebut mengangkat tema pentingnya toleransi umat beragama sebagai wujud nyata pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, terlebih dalam suasana bulan suci Ramadan.

‎Dalam sambutannya, Suhada menyinggung dinamika yang terjadi terkait penetapan awal puasa Ramadan. Ia menjelaskan bahwa pemerintah melalui sidang isbat menetapkan 1 Ramadan jatuh pada hari Kamis, sementara warga Muhammadiyah telah lebih dahulu menetapkan awal puasa pada hari Rabu.

‎‎“Perbedaan dalam penentuan awal puasa adalah hal yang biasa. Dengan semangat toleransi Pancasila, tidak apa-apa jika Muhammadiyah lebih dahulu berpuasa di hari Rabu, sementara kita mengikuti keputusan pemerintah di hari Kamis. Yang terpenting adalah kita sama-sama menjalankan ibadah puasa Ramadan dengan penuh keimanan,” ujar ‎Suhada yang juga menjabat sebagai Sekretaris DPW PKS Lampung.

Baca Juga :  Yuni Karnelis: Fraksi PKS Sepakat Raperda Penanganan Konflik Sosial Disahkan

‎Menurutnya, bulan suci Ramadan bukan hanya momentum peningkatan ibadah secara spiritual, tetapi juga waktu yang tepat untuk memperkuat nilai persaudaraan dan persatuan. Ia menegaskan bahwa perbedaan pandangan dalam praktik keagamaan tidak seharusnya menjadi sumber perpecahan. Justru, perbedaan tersebut menjadi bukti bahwa bangsa Indonesia menjunjung tinggi prinsip musyawarah serta saling menghormati dalam ‎kehidupan berbangsa dan bernegara.

‎Dalam suasana Ramadan yang penuh berkah, Suhada mengajak masyarakat menjadikan puasa sebagai sarana memperkuat empati sosial, mempererat silaturahmi, serta menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.

‎“Ramadan mengajarkan kita untuk menahan diri, bukan hanya dari lapar dan dahaga, tetapi juga dari sikap saling menyalahkan. Ini saatnya memperbanyak kebaikan dan memperkuat persatuan,” katanya.

‎Ia juga mengingatkan bahwa sebelum memasuki Ramadan, Indonesia baru saja merayakan Tahun Baru Imlek. Momentum tersebut, lanjutnya, menjadi pengingat bahwa Indonesia adalah bangsa yang majemuk, terdiri dari berbagai macam agama, suku, dan budaya yang hidup berdampingan secara harmonis.

‎“Keberagaman bangsa kita bukan hanya antar sesama umat Islam, tetapi juga antarumat beragama yang berbeda. Di negara kita ada banyak agama yang hidup berdampingan. Inilah kekayaan Indonesia yang harus kita jaga bersama,” tambahnya.

Baca Juga :  Yuhadi Bantah Ada Rapat Tertutup Pansus LHP BPK: Kalau Ada yang Melarang Wartawan, Itu Kesalahan Staf

‎Melalui pembekalan ideologi Pancasila, ‎Suhada berharap masyarakat semakin dewasa dalam menyikapi perbedaan, terutama di bulan suci yang identik dengan nilai kesabaran dan pengendalian diri. Ia menegaskan bahwa perbedaan merupakan keniscayaan dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.

‎“Perbedaan itu biasa. Jangan sampai perbedaan merusak kekeluargaan, apalagi merusak persatuan dan kesatuan. Jika bertemu dengan pemeluk agama lain, kita pegang prinsip ‘bagimu agamamu, bagiku agamaku’. Tidak saling mengganggu dan saling menghormati. Itulah yang harus kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.

‎Kegiatan sosialisasi PIP-WK tersebut berlangsung dengan antusiasme warga. Dalam nuansa Ramadan yang penuh kedamaian, peserta diajak terus memperkuat nilai-nilai Pancasila sebagai fondasi menjaga kerukunan, toleransi, serta persatuan di tengah keberagaman masyarakat Kota Bandar Lampung.

‎Suasana kebersamaan yang terbangun pun menjadi cerminan bahwa, semangat Ramadan sejalan dengan semangat Pancasila: menghadirkan harmoni di tengah perbedaan. (Agoy)

Berita Terkait

‎H. Widodo: Semangat Kemerdekaan Harus Tumbuh di Kalangan Generasi Muda
Bimtek Anggota Legislatif PKS Se-Lampung dan Se-Sumatera Selatan: Mengokohkan Legislator yang Bersih, Peduli, Profesional, dan Negarawan
Yuni Karnelis: Fraksi PKS Sepakat Raperda Penanganan Konflik Sosial Disahkan
Hari Anak Nasional ke-42 Tahun 2026.Anak Terlindungi, Indonesia Maju
RDP DPRD Ungkap Persoalan Legalitas Parkir Radisson Hotel Lampung, Ini Penjelasan Manajemen
Yuhadi Bantah Ada Rapat Tertutup Pansus LHP BPK: Kalau Ada yang Melarang Wartawan, Itu Kesalahan Staf
Kwarcab Pramuka Buka Suara Soal Dugaan Pungutan Kepala Sekolah ‎
DPRD Bandar Lampung Minta Disnaker Antisipasi Dampak Perubahan Status Driver Ojol Jadi Usaha Mikro ‎
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 11:11 WIB

‎H. Widodo: Semangat Kemerdekaan Harus Tumbuh di Kalangan Generasi Muda

Kamis, 30 Juli 2026 - 08:37 WIB

Bimtek Anggota Legislatif PKS Se-Lampung dan Se-Sumatera Selatan: Mengokohkan Legislator yang Bersih, Peduli, Profesional, dan Negarawan

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:39 WIB

Yuni Karnelis: Fraksi PKS Sepakat Raperda Penanganan Konflik Sosial Disahkan

Rabu, 22 Juli 2026 - 23:20 WIB

Hari Anak Nasional ke-42 Tahun 2026.Anak Terlindungi, Indonesia Maju

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:44 WIB

RDP DPRD Ungkap Persoalan Legalitas Parkir Radisson Hotel Lampung, Ini Penjelasan Manajemen

Berita Terbaru

PEMKOT BANDAR LAMPUNG

Sukseskan Program 3 juta rumah, Pemkot Bandar Lampung Kembali Raih Penghargaan

Kamis, 13 Agu 2026 - 08:44 WIB

DPRD Kota Bandar Lampung

‎H. Widodo: Semangat Kemerdekaan Harus Tumbuh di Kalangan Generasi Muda

Selasa, 11 Agu 2026 - 11:11 WIB