RDP DPRD Ungkap Persoalan Legalitas Parkir Radisson Hotel Lampung, Ini Penjelasan Manajemen

Rabu, 15 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: ISTIMEWA


WARNALAMPUNG.ID – Komisi I DPRD Kota Bandar Lampung menyoroti legalitas penyelenggaraan lahan parkir Radisson Hotel Lampung yang hingga kini dinilai belum memenuhi ketentuan perizinan. Persoalan tersebut mencuat dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama manajemen Radisson Hotel, Rabu (15/7/2026).

‎‎Dalam rapat itu, DPRD menekankan agar manajemen hotel segera melengkapi izin penyelenggaraan parkir sesuai regulasi yang berlaku. Sorotan tersebut muncul karena sistem parkir Radisson masih terintegrasi dengan kawasan Mall Boemi Kedaton (MBK), sementara aktivitas hotel telah berlangsung.

‎‎Selain aspek legalitas, Komisi I juga membahas pengaturan akses kendaraan, kapasitas lahan parkir, hingga dampaknya terhadap arus lalu lintas di Jalan Teuku Umar yang selama ini kerap mengalami kepadatan.

‎‎DPRD Minta Izin Parkir Segera Dilengkapi

‎Director Development Business Radisson Hotel Lampung, Liza Anggraini, mengakui rekomendasi utama dari DPRD adalah penyelesaian izin penyelenggaraan lahan parkir.

‎‎Ia mengatakan pihaknya menghormati masukan tersebut dan akan segera berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Bandar Lampung, khususnya instansi yang membidangi perizinan.

‎”Jadi, saran dan rekomendasi dari Komisi I untuk Radisson itu sendiri adalah izin penyelenggara untuk lahan parkir. Karena saat ini Radisson terintegrasi dengan Mall Boemi Kedaton. Kami akan berkolaborasi secara humanis dengan dinas perizinan untuk mengetahui tata cara dan persyaratan izin penyelenggara lahan parkir tersebut,” ujar Liza.

Baca Juga :  Di Tengah Kepungan Fenomena Geng Motor dan Konten Jalanan, Rohis Ditantang Jadi Tembok Benteng Remaja ‎

‎‎Menurutnya, proses tersebut akan dilakukan melalui mekanisme perizinan berbasis Online Single Submission (OSS). Pembahasan lanjutan juga akan menentukan apakah izin parkir diterbitkan secara terpisah antara hotel dan pusat perbelanjaan atau tetap menggunakan satu sistem karena masih berada dalam satu kawasan.

‎‎Pengelolaan Parkir Masih di Bawah MBK

‎‎Liza menegaskan operasional parkir bukan berada di bawah pengelolaan Radisson Hotel, melainkan menjadi tanggung jawab manajemen Mall Boemi Kedaton sebagai pemilik lahan.

‎”Pengelola parkir bukan Radisson, tetapi dikelola oleh Mall Boemi Kedaton sebagai pemilik lahannya,” katanya.

‎Meski demikian, ia mengakui akses keluar-masuk kendaraan menuju hotel masih menggunakan jalur yang sama dengan MBK. Kondisi itu menjadi salah satu faktor yang harus diselaraskan dalam proses penyempurnaan administrasi perizinan.

‎Kapasitas Parkir Juga Dievaluasi

‎‎Komisi I DPRD tidak hanya mempertanyakan legalitas, tetapi juga kesesuaian kapasitas lahan parkir dengan jumlah kamar hotel sebagaimana diatur dalam ketentuan terbaru.

‎‎Liza memastikan pihaknya siap melakukan penyesuaian apabila hasil evaluasi pemerintah menunjukkan kapasitas parkir belum memenuhi standar.

‎‎”Kalau berdasarkan ketentuan OSS nanti kapasitas parkir kami masih kurang, tentu akan kami tambahkan. Kalau ternyata sudah memenuhi atau bahkan melebihi ketentuan, berarti kami tinggal menyesuaikan administrasinya,” ujarnya.

‎‎Bantah Jadi Penyebab Kemacetan

‎Dalam RDP, persoalan kemacetan di Jalan Teuku Umar juga menjadi perhatian. Keberadaan Radisson Hotel dan MBK yang menggunakan akses kendaraan yang sama dinilai berpotensi memperparah kepadatan lalu lintas, terutama pada jam sibuk.

Baca Juga :  Hari Batik Nasional, Agus Djumadi Dorong Bandar Lampung Punya Kampung Batik Khas Lampung

‎‎Namun, Liza membantah anggapan bahwa aktivitas hotel menjadi penyebab utama kemacetan.

‎‎”Kalau dikatakan menjadi penyumbang kemacetan, saya rasa tidak seperti itu. Memang setiap gedung dengan akses keluar-masuk yang sama pasti ada antrean kendaraan pada jam tertentu, tetapi kami memiliki petugas yang mengatur lalu lintas sehingga kendaraan tetap dapat terurai dengan baik,” katanya.

‎‎Ia menjelaskan kawasan tersebut berada di sekitar flyover sehingga pengaturan arus kendaraan dilakukan secara berkelanjutan.

‎‎Sebagai upaya mengurangi kepadatan, pengelola kawasan juga telah memperlebar akses keluar kendaraan sehingga kini tersedia jalur menuju Jalan Sultan Agung maupun Jalan Teuku Umar.

‎‎”Kalau teman-teman media datang ke Mall Boemi Kedaton sekarang, akses keluarnya sudah diperlebar. Jalur tersebut dibuat untuk membantu mengurai kepadatan sehingga tidak lagi menumpuk di titik putaran balik maupun pintu masuk kawasan,” jelasnya.

‎RDP tersebut menjadi catatan penting bagi manajemen Radisson Hotel untuk segera menuntaskan seluruh rekomendasi DPRD, khususnya terkait legalitas penyelenggaraan parkir.

‎Pembahasan ini juga membuka perhatian publik terhadap kepatuhan perizinan kawasan komersial, mengingat operasional sebuah fasilitas seharusnya berjalan beriringan dengan kelengkapan administrasi sesuai ketentuan yang berlaku.(**)

Berita Terkait

Penyertaan Modal Bank Lampung Dibahas, Yuni Karnelis Sampaikan Pandangan PKS
Di Tengah Kepungan Fenomena Geng Motor dan Konten Jalanan, Rohis Ditantang Jadi Tembok Benteng Remaja ‎
Dari Kabel Semrawut hingga Potensi PAD, DPRD Bandar Lampung Godok Raperda Fiber Optik
Hari Batik Nasional, Agus Djumadi Dorong Bandar Lampung Punya Kampung Batik Khas Lampung
Perlindungan Anak dan Remaja Jadi Perhatian, Yuni Karnelis Dorong Sinergi Semua Pihak
Refleksi Dua Tahun Fraksi PKS, Yuni Karnelis Tegaskan Komitmen Menyerap Aspirasi Masyarakat
Yuni Karnelis: Dua Tahun di DPRD Menjadi Bagian dari Perjalanan Menjaga Amanah Rakyat
Dedi Yuginta Gelar PIP-WK, Ajak Masyarakat Perkuat Nilai Pancasila dan Cintai Produk Lokal
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:11 WIB

Penyertaan Modal Bank Lampung Dibahas, Yuni Karnelis Sampaikan Pandangan PKS

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:19 WIB

Di Tengah Kepungan Fenomena Geng Motor dan Konten Jalanan, Rohis Ditantang Jadi Tembok Benteng Remaja ‎

Jumat, 2 Oktober 2026 - 22:49 WIB

Dari Kabel Semrawut hingga Potensi PAD, DPRD Bandar Lampung Godok Raperda Fiber Optik

Jumat, 2 Oktober 2026 - 20:49 WIB

Hari Batik Nasional, Agus Djumadi Dorong Bandar Lampung Punya Kampung Batik Khas Lampung

Rabu, 30 September 2026 - 19:02 WIB

Perlindungan Anak dan Remaja Jadi Perhatian, Yuni Karnelis Dorong Sinergi Semua Pihak

Berita Terbaru