Lewat Entrepreneur Hub, PMII Bandar Lampung Bangun Fondasi Ekonomi Organisasi

BANDAR LAMPUNG795 Dilihat

FOTO: ISTIMEWA


WARNALAMPUNG.ID — Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Bandar Lampung menggelar kegiatan Entrepreneur Hub bertema “Entrepreneurship sebagai Jalan Kemandirian Kader: Dari Gerakan Moral Menuju Gerakan Ekonomi” di Cafe D’Jaya House, pada Jumat 13 Februari 2026 lalu.

‎Kegiatan yang diinisiasi Wakil Ketua VII Bidang Ekonomi dan Kewirausahaan PC PMII Bandar Lampung Elta Metia ini dibuka langsung Ketua Umum PC PMII Bandar Lampung Topik Sanjaya. Agenda tersebut diikuti kader komisariat dan rayon se-Kota Bandar Lampung sebagai upaya membangun kesadaran kemandirian ekonomi di tubuh organisasi.

Bangun Fondasi Ekonomi Kader

‎Dalam sambutannya, Elta Metia menegaskan forum ini bukan sekadar ruang diskusi, tetapi langkah awal perubahan pola pikir kader. Menurutnya, organisasi tidak boleh terus bergantung pada proposal dan sponsor, melainkan harus mulai membangun kemandirian berbasis produksi dan nilai ekonomi.

‎‎“Gerakan moral harus diperkuat dengan fondasi ekonomi agar kader memiliki kedaulatan berpikir dan tidak mudah diarahkan oleh kepentingan eksternal,” ujarnya.

‎‎Ia menambahkan pascakegiatan akan dilakukan pendataan kader yang telah atau berencana memulai usaha. PC PMII Bandar Lampung juga menyiapkan kelas pendampingan bisnis tahap awal dengan target minimal satu kader di setiap komisariat atau rayon menjalankan usaha nyata.

‎‎Dari Diskursus ke Aksi Produktif

‎Ketua Umum PC PMII Bandar Lampung Topik Sanjaya menekankan pentingnya transformasi gerakan dari diskursus ke aksi produktif. Menurutnya, intelektualitas kader harus diwujudkan dalam kontribusi ekonomi yang konkret.

‎“PMII tidak ingin kader hanya menjadi pencari kerja, tetapi pencipta lapangan kerja. Ekonomi harus menjadi bagian dari perjuangan sosial,” katanya.

‎Pada sesi materi, Yogi Prazani menyoroti pentingnya kemandirian kader. Ia menilai ketergantungan menjadi hambatan utama independensi gerakan sehingga paradigma organisasi harus bergeser dari budaya meminta menjadi budaya mencipta nilai.

‎Sementara itu, Imam Mahmud menegaskan kewirausahaan merupakan kebutuhan strategis di era digital. Peluang usaha dinilai semakin terbuka dengan modal efisien dan jangkauan pasar luas.

‎“Teknologi penting, tetapi yang paling menentukan adalah mindset, keberanian, dan konsistensi membangun usaha yang berkelanjutan serta berdampak sosial,” ujarnya.

‎Diskusi berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari peserta. Kegiatan ini diharapkan menjadi titik awal konsolidasi gerakan ekonomi kader PMII di Kota Bandar Lampung.

‎Melalui agenda tersebut, PC PMII Bandar Lampung menegaskan komitmennya memperkuat kemandirian ekonomi sebagai fondasi perjuangan sosial yang lebih berdaulat.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *