Isu Kekurangan Daging Sapi Dibantah, Pemprov Lampung Ungkap Data Surplus

Selasa, 3 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: ISTIMEWA


WARNALAMPUNG.ID — Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan bahwa ketersediaan daging sapi dan kerbau di wilayah Lampung sepanjang Tahun 2025 berada dalam kondisi aman dan mencukupi. Klarifikasi ini disampaikan menyusul beredarnya berbagai isu serta perbedaan angka neraca supply–demand daging sapi di ruang publik.

Disnakkeswan Tegaskan Lampung Surplus Daging

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Provinsi Lampung, Ir. Lili Mawarti, M.Si., IPU, menjelaskan bahwa berdasarkan kajian teknis Disnakkeswan, neraca supply–demand daging sapi dan kerbau Lampung justru menunjukkan surplus sebesar 3.955 ton pada Tahun 2025.

“Perlu dipahami bahwa perhitungan supply tidak hanya berasal dari produksi daging dalam provinsi, tetapi juga harus memasukkan stok awal serta pemasukan ternak dan daging dari luar daerah,” ujar Lili Mawarti.

Ia menyebutkan, perbedaan angka yang muncul dalam sejumlah publikasi disebabkan oleh perbedaan metodologi penghitungan. Dalam publikasi Peternakan dalam Angka 2025 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), supply dihitung hanya dari produksi daging sapi dan kerbau dalam provinsi sebesar 18.523 ton, tanpa memasukkan stok awal maupun arus lalu lintas ternak dan daging antarprovinsi serta impor.

Lampung Jadi Sentra dan Penyangga Pasokan Nasional

Secara faktual, Lampung merupakan daerah sentra ternak sekaligus penyangga pasokan nasional. Berdasarkan data lalu lintas ternak pada sistem ISIKHNAS, sepanjang Tahun 2025 Lampung menerima pemasukan 162.911 ekor sapi dan kerbau, termasuk 159.117 ekor sapi impor. Pada saat yang sama, Lampung juga mengeluarkan 298.642 ekor ternak ke luar daerah.

“Kondisi ini menunjukkan dinamika lalu lintas ternak yang sehat dan pasokan yang tetap terkendali,” jelas Lili.

Harga Stabil, Daging Sapi Tak Picu Inflasi

Stabilitas pasokan tersebut tercermin langsung dari pergerakan harga di pasaran. Berdasarkan Berita Resmi Statistik Tahun 2025, komoditas daging sapi tidak memberikan andil inflasi tahunan (year-on-year) di Provinsi Lampung. Bahkan, daging sapi tercatat mengalami deflasi sebesar 0,01 persen pada April dan Desember 2025.

Baca Juga :  Pemprov Bantah Tuduhan Fokal, Tegaskan Tak Ada Surat yang Bertentangan Soal Status Lahan

“Ini membuktikan bahwa sepanjang tahun, termasuk pada momen krusial seperti Ramadhan dan Idul Fitri, pasokan daging sapi di Lampung berada dalam kondisi cukup dan terkendali,” tegasnya.

Di sisi lain, Pemprov Lampung mencatat tren peningkatan populasi ternak sepanjang Tahun 2025. Data Disnakkeswan menunjukkan populasi sapi potong mencapai 905.322 ekor, kambing 1.974.609 ekor, ayam ras pedaging 94.814.874 ekor, serta ayam ras petelur 14.850.524 ekor.

Capaian ini memperkuat posisi Lampung sebagai provinsi dengan populasi sapi tertinggi di Pulau Sumatera, sekaligus mendukung agenda nasional swasembada protein hewani.

Dalam keterbatasan anggaran, Pemprov Lampung tetap memprioritaskan bantuan yang berdampak langsung kepada peternak rakyat. Sepanjang Tahun 2025, pemerintah menyalurkan 640 ekor kambing Rambon, 2.000 ekor ayam petelur, dan 2.200 ekor itik lokal kepada kelompok tani di sejumlah kabupaten, lengkap dengan pakan konsentrat.

Selain itu, Disnakkeswan juga menyalurkan 32 unit mesin tetas telur kepada kelompok tani. Melalui dukungan Kementerian Pertanian RI, Lampung turut menerima 37.200 ekor Ayam Merah Putih lengkap dengan pakan, kandang, obat-obatan, dan vitamin.

Efisiensi Anggaran, Prestasi Tetap Diraih

Terkait pengelolaan anggaran, Lili menepis anggapan adanya pemborosan. Ia menegaskan seluruh program peternakan Tahun Anggaran 2025 dijalankan secara efisien dan akuntabel.

“Tidak ada rapat di hotel mewah, tidak ada studi banding. Seluruh rapat dilakukan di Aula Disnakkeswan atau secara daring, dengan perjalanan dinas yang sangat terbatas,” tegasnya.

Meski demikian, kinerja tetap berprestasi. Lampung berhasil meraih peringkat kedua nasional capaian vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dengan realisasi 379.791 dosis atau 99,8 persen dari alokasi. Lampung juga menjadi provinsi dengan realisasi anggaran operasional vaksinasi tercepat di zona pemberantasan, dan memperoleh penghargaan resmi dari Kementerian Pertanian RI.

Baca Juga :  Alokasi Hibah Rp35 Miliar ke Kejati Dipertanyakan, Ini Jawaban Sekda Lampung ‎

Stabilisasi Pakan dan Harga Pangan

Keberhasilan menjaga stabilitas harga daging sapi tidak membuat Pemprov Lampung berpuas diri. Pemerintah kini melakukan pemutakhiran data peternak sebagai calon penerima manfaat Cadangan Jagung Pemerintah (CJP) dalam Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Jagung.

Program ini diharapkan mampu menekan biaya pakan, menjaga harga telur dan ayam di tingkat konsumen, serta melindungi peternak rakyat dari gejolak harga.

Menghadapi Tahun 2026, Pemprov Lampung akan memfokuskan kebijakan pada penguatan sektor hulu, terutama dukungan pakan, kesehatan hewan, dan pembibitan. Selain melanjutkan SPHP Jagung, pemerintah juga akan memperkuat penyediaan pakan ternak unggul melalui inovasi rumput Pakchong varietas Tansa, yang telah ditetapkan secara nasional melalui Keputusan Menteri Pertanian RI pada 2 Januari 2026.

“Pembangunan peternakan bukan sekadar angka statistik, tetapi menyangkut stabilitas sosial dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Lili.

Komitmen Jangka Panjang Pembangunan Peternakan

Pembangunan sektor peternakan di Lampung dilaksanakan sesuai kewenangan regulasi, mulai dari penyediaan sarana, pengendalian kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat veteriner, perizinan usaha, hingga penyuluhan. Sinergi dengan pemerintah kabupaten/kota menjadi kunci keberhasilan pembangunan peternakan berkelanjutan.

Sepanjang Tahun 2025, indikator kinerja utama sektor peternakan Lampung menunjukkan tren positif, dengan pertumbuhan produksi ternak 5,85 persen dan peningkatan produksi olahan peternakan 3 persen.

“Komitmen kami jelas, Lampung tidak hanya kuat sebagai lumbung pangan nasional di atas kertas, tetapi juga kokoh secara sosial dan ekonomi bagi masyarakat peternak,” pungkas Lili Mawarti.(***)

Berita Terkait

Wagub Jihan Nurlela Kukuhkan Pengurus Pramuka UIN Raden Intan Lampung Masa Bakti 2025–2027
Pemprov Bantah Tuduhan Fokal, Tegaskan Tak Ada Surat yang Bertentangan Soal Status Lahan
Masuk 5 Besar Nasional, Transformasi Digital Pemprov Lampung Diuji Tim ASKOMPSI
Fokus Cetak SDM Berdaya Saing Global, Pemerintah Provinsi Lampung perketat Seleksi Kelas Migran.
Pastikan MBG Berjalan Optimal, Wagub Lampung Kunjungi Sekolah dan SPPG di Bandar Lampung
Sekdaprov Lampung Hadiri Raker Tahunan KUB Bank Jatim 2026
Aksi Damai Buruh Pelabuhan Panjang Berjalan Kondusif, Pemprov Lampung Respons Cepat
Pemprov Lampung Tegaskan SPMB 2026/2027 Harus Bersih dan Transparan, Usung Slogan “No Titip, No Jastip”
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 13:00 WIB

Wagub Jihan Nurlela Kukuhkan Pengurus Pramuka UIN Raden Intan Lampung Masa Bakti 2025–2027

Jumat, 7 Agustus 2026 - 19:51 WIB

Pemprov Bantah Tuduhan Fokal, Tegaskan Tak Ada Surat yang Bertentangan Soal Status Lahan

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:55 WIB

Masuk 5 Besar Nasional, Transformasi Digital Pemprov Lampung Diuji Tim ASKOMPSI

Selasa, 21 Juli 2026 - 12:36 WIB

Fokus Cetak SDM Berdaya Saing Global, Pemerintah Provinsi Lampung perketat Seleksi Kelas Migran.

Senin, 13 Juli 2026 - 11:07 WIB

Pastikan MBG Berjalan Optimal, Wagub Lampung Kunjungi Sekolah dan SPPG di Bandar Lampung

Berita Terbaru

PEMKOT BANDAR LAMPUNG

Sukseskan Program 3 juta rumah, Pemkot Bandar Lampung Kembali Raih Penghargaan

Kamis, 13 Agu 2026 - 08:44 WIB

DPRD Kota Bandar Lampung

‎H. Widodo: Semangat Kemerdekaan Harus Tumbuh di Kalangan Generasi Muda

Selasa, 11 Agu 2026 - 11:11 WIB

ORGANISASI

‎Nuraini Ditetapkan sebagai Ketua Harian Taring Lampung

Senin, 10 Agu 2026 - 20:49 WIB