‎Langkah Dinkes Memutus Mata Rantai HIV AIDS di Bandar Lampung

Selasa, 24 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: ISTIMEWA


‎WARNALAMPUNG.ID — Tingginya angka temuan kasus HIV di Kota Bandar Lampung belakangan ini bukan menjadi sinyal darurat wabah baru.Sebaliknya, hal tersebut merupakan indikator keberhasilan Dinas Kesehatan (Diskes) dalam membongkar fenomena “gunung es” penyakit menular tersebut di tengah masyarakat.

‎Pemerintah Kota Bandarlampung melalui Diskes kini menerapkan strategi jemput bola dengan turun langsung ke berbagai lokus.

‎Hasilnya, capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) untuk penapisan (screening) HIV melampaui target hingga lebih dari 119 persen.

‎Kepala Dinas Kesehatan Bandarlampung, Muhtadi A. Temenggung, menegaska tingginya angka temuan justru menunjukkan keberhasilan pelacakan.

‎”Jika capaian sudah di atas 100 persen, artinya mitigasi risiko keberlanjutan penyebaran sudah kita tangani. Ini bukan darurat, melainkan bukti keseriusan kita memutus mata rantai penularan menuju target Eliminasi HIV 2030,” tegasnya,pada Selasa 24 Februari 2026.

‎‎Dalam pelaksanaan di lapangan, Diskes memfokuskan screening terhadap delapan kelompok indikator SPM, yakni ibu hamil, penderita TBC, penderita Infeksi Menular Seksual (IMS).

Baca Juga :  Lomba Gerak Jalan Pramuka Jadi Ruang Pembinaan Karakter Pelajar ‎

‎Kemudian Wanita Pekerja Seksual (WPS), Lelaki Seks Lelaki (LSL), waria, Pengguna Narkoba Suntik (Penasun), serta Warga Binaan Pemasyarakatan.

‎Terkait temuan reaktif, termasuk 227 kasus pada kelompok LSL, dr. Liskha menegaskan bahwa angka tersebut merupakan hasil kerja aktif petugas di lapangan.

‎Semakin cepat ditemukan, semakin cepat pula pasien mendapatkan akses pengobatan sehingga potensi penularan dapat ditekan.

‎Khusus ibu hamil, Diskes menerapkan program Triple Eliminasi secara gratis. Setiap ibu hamil wajib menjalani screening HIV, sifilis, dan hepatitis guna mencegah penularan dari ibu ke bayi.

‎Kemudian, untuk layanan pengobatan, sebanyak 31 puskesmas di Bandarlampung telah memberikan layanan Perawatan, Dukungan, dan Pengobatan (PDP).

‎Diskes juga menerapkan strategi Fast Track 95-95-95, yakni 95 persen Orang Dengan HIV (ODHIV) terdiagnosis, 95 persen mendapatkan terapi Antiretroviral (ARV), dan 95 persen mencapai supresi virus.

Baca Juga :  ‎Usai Restoran, Bapenda Bandar Lampung Bidik Tapping Box Hotel dan Hiburan ‎

‎‎”Pasien yang rutin minum obat sesuai dosis dapat menekan jumlah virus dalam tubuhnya. Dengan kondisi tersupresi, virus tidak lagi mudah menular dan harapan hidup tetap panjang serta produktif,” jelasnya.

‎Selain itu, guna dalam menjangkau lokus khusus seperti tempat hiburan malam, Diskes menggandeng lintas sektor, mulai dari Dinas Pariwisata, Dinas Sosial, Babinkamtibmas, tokoh agama, tokoh masyarakat hingga komunitas Indonesia AIDS Coalition (IAC).

‎Pemkot Bandarlampung juga menjamin penuh kerahasiaan identitas pasien secara by name by address.

‎Diskes mengimbau masyarakat tidak mudah terpengaruh hoaks. HIV tidak menular melalui pelukan, sentuhan, berbagi alat makan, obrolan, maupun penggunaan toilet umum.

‎”Penularan hanya terjadi melalui kontak darah, hubungan seksual tidak aman, serta dari ibu positif ke anak yang dikandungnya,” tandasnya. (*)

Berita Terkait

Eva Dwiana: Investasi Daerah Harus Produktif dan Menguntungkan Masyarakat
Penataan Humanis Bunda Eva: Trotoar Dikembalikan Fungsinya, Pedagang Tetap Diperhatikan
Musim Kemarau, Dinkes Bandar Lampung Perketat Pengawasan Kualitas Air Warga
Bandar Lampung Peringkat 395 Kota Dunia Di Global Cities Index 2026 ‎
Kemah Bhakti Satya Linmas Digelar di Bandar Lampung, Eva Dwiana Dikukuhkan Jadi Ketua DPC ASLINMAS
Sidak Pajak di Mall Kartini, Bapenda Tekankan Pentingnya Pelaporan Omzet Riil
Pemkot Bandar Lampung Teken MoU Sisgita, Perkuat Optimalisasi PAD ‎
Lomba Gerak Jalan Pramuka Jadi Ruang Pembinaan Karakter Pelajar ‎
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:45 WIB

Eva Dwiana: Investasi Daerah Harus Produktif dan Menguntungkan Masyarakat

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 17:16 WIB

Penataan Humanis Bunda Eva: Trotoar Dikembalikan Fungsinya, Pedagang Tetap Diperhatikan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:29 WIB

Musim Kemarau, Dinkes Bandar Lampung Perketat Pengawasan Kualitas Air Warga

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:43 WIB

Bandar Lampung Peringkat 395 Kota Dunia Di Global Cities Index 2026 ‎

Kamis, 24 September 2026 - 22:06 WIB

Kemah Bhakti Satya Linmas Digelar di Bandar Lampung, Eva Dwiana Dikukuhkan Jadi Ketua DPC ASLINMAS

Berita Terbaru