Kasus Penusukan Siswa SMP di Pesisir Barat, Kadisdik Lampung: Harus Jadi Titik Balik Cegah Bullying

PENDIDIKAN104 Dilihat

FOTO: ISTIMEWA


WARNALAMPUNG.ID – Tragedi penusukan di SMPN 12 Krui, Kabupaten Pesisir Barat, yang menewaskan seorang siswa kelas VII, memicu respons cepat dari Dinas Pendidikan Provinsi Lampung. Kepala Dinas Pendidikan Thomas Amrico menegaskan bahwa kasus ini harus menjadi titik balik dalam pencegahan bullying di sekolah.

Alarm Serius bagi Dunia Pendidikan

Menurut Thomas, peristiwa berdarah di Pesisir Barat bukanlah kejadian biasa, melainkan sinyal bahaya yang perlu segera ditangani. “Ini alarm bagi kita semua. Pengawasan di sekolah harus diperkuat, terutama peran guru bimbingan konseling. Kami akan memanggil seluruh guru BK untuk evaluasi,” ujarnya, pada Selasa 30 September 2025.

Ia menambahkan, meski sekolah menengah pertama dikelola oleh kabupaten/kota, provinsi tetap berkewajiban membina dan mengarahkan. Ia menilai sekolah tidak boleh menjadi ruang yang menimbulkan tekanan psikologis, melainkan tempat yang aman dan mendidik.

Langkah yang Akan Ditempuh

Thomas menyebut sejumlah upaya akan segera dilakukan, antara lain mengoptimalkan satgas anti-bullying di sekolah, memperkuat peran OSIS, menanamkan pendidikan karakter dan agama, serta meningkatkan literasi digital siswa. Orang tua, tokoh agama, dan masyarakat juga akan dilibatkan untuk memperkuat pengawasan di luar sekolah.

“Bullying sering berawal dari hal kecil, bahkan bercanda. Kalau tidak dicegah, bisa berujung fatal seperti kasus di Pesisir Barat. Kita tidak ingin tragedi semacam ini terulang,” tegasnya.

Kasus yang terjadi di SMPN 12 Krui ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh pihak, baik sekolah maupun masyarakat. Dunia pendidikan dituntut lebih waspada agar sekolah kembali menjadi ruang aman bagi siswa yang tengah menuntut ilmu dalam mengejar mimpi untuk masa depan.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *