FOTO: Anggota DPRD Kota Bandarlampung Agus Widodo, S.T.P, saat menyampaikan sambutannya.(Dok.Warnalampung.id)
WARNALAMPUNG.ID — Anggota DPRD Kota Bandar Lampung, Agus Widodo, S.T.P, menggelar kegiatan Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP-WK) di Kelurahan Panjang Selatan, pada Sabtu, 7 Maret 2026.Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman nilai-nilai kebangsaan sekaligus mempererat silaturahmi di tengah suasana bulan suci Ramadan.
Dalam kegiatan tersebut, Agus Widodo menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam menjaga persatuan, toleransi, serta semangat gotong royong di tengah masyarakat.
Selain membahas wawasan kebangsaan, ia juga mengajak masyarakat memanfaatkan momentum bulan suci Ramadan untuk meningkatkan kualitas ibadah. Menurutnya, saat ini umat Muslim telah memasuki fase akhir Ramadan yang penuh dengan keutamaan.
“Sekarang kita sudah memasuki 17 Ramadan, artinya tinggal sekitar 12 atau 13 hari lagi menuju Hari Raya Idulfitri. Kalau di awal Ramadan kita semangat menjalankan tarawih dan tadarus, maka di 10 hari terakhir ini justru kita harus lebih meningkatkan lagi ibadah kita,” ujar Agus Widodo.
Ia menjelaskan, sepuluh hari terakhir Ramadan merupakan momentum yang sangat istimewa bagi umat Islam untuk memperbanyak amal ibadah, memperkuat keimanan, serta semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Agus juga mengingatkan bahwa kesempatan bertemu dengan Ramadan merupakan anugerah yang tidak semua orang dapatkan setiap tahun. Oleh karena itu, sisa waktu Ramadan sebaiknya dimanfaatkan sebaik mungkin dengan memperbanyak ibadah seperti salat malam, membaca Al-Qur’an, bersedekah, serta memperbanyak doa.
“Kita tidak pernah tahu apakah kita akan bertemu lagi dengan Ramadan berikutnya. Karena itu mari kita manfaatkan sisa Ramadan ini dengan sungguh-sungguh untuk memperbanyak ibadah kepada Allah SWT,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Agus Widodo juga menyinggung persoalan banjir yang masih kerap terjadi di sejumlah wilayah Kota Bandar Lampung. Ia menilai, permasalahan tersebut membutuhkan solusi jangka panjang melalui penyusunan master plan drainase yang terintegrasi.
Menurutnya, penanganan banjir tidak cukup dilakukan secara parsial, melainkan harus dirancang secara komprehensif dari wilayah hulu hingga hilir agar aliran air dapat tertata dengan baik dan tidak menimbulkan genangan di kawasan permukiman warga.
“Yang kita perlukan hari ini adalah master plan drainase sehingga penanganan banjir dapat dilakukan secara menyeluruh, dari hulu sampai ke hilir. Memang ini membutuhkan anggaran yang cukup besar, tetapi saya yakin DPRD akan mendukung karena hal ini berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat Kota Bandar Lampung,” jelasnya.
Ia menambahkan, keberhasilan penanganan banjir tidak hanya bergantung pada pemerintah daerah semata, tetapi juga membutuhkan sinergi antara pemerintah kota, DPRD, serta partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan.
Selain itu, Agus Widodo juga menyoroti pentingnya kesadaran bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan, khususnya di kawasan pesisir. Dari hasil peninjauannya beberapa waktu lalu di wilayah Bumi Waras, ia masih menemukan persoalan pengelolaan sampah yang perlu menjadi perhatian bersama.
Menurutnya, di sepanjang kawasan pesisir masih terdapat sampah yang dibuang ke laut. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan sampah tidak hanya berkaitan dengan perilaku masyarakat, tetapi juga memerlukan penguatan sistem pengelolaan sampah serta edukasi yang berkelanjutan.
“Pemerintah Kota Bandar Lampung sebenarnya sudah memiliki Peraturan Daerah tentang pengelolaan sampah. Namun tentu aturan ini perlu didukung oleh kesadaran bersama. Pemerintah harus terus meningkatkan fasilitas dan pengawasan, sementara masyarakat juga perlu menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa Kota Bandar Lampung merupakan milik bersama, sehingga menjaga kebersihan dan kenyamanan kota menjadi tanggung jawab bersama.
“Bandar Lampung ini kota milik kita bersama. Kalau ingin kota ini menjadi tempat yang nyaman untuk kita semua, maka harus ada sinergi dan kolaborasi antara pemerintah, DPRD, tokoh masyarakat, dan seluruh warga,” pungkasnya.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, Agus Widodo berharap masyarakat tidak hanya semakin memahami nilai-nilai Pancasila dan wawasan kebangsaan, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari dengan semangat kebersamaan, kepedulian sosial, serta peningkatan kualitas spiritual.(Agoy)












