Pemkot Bandar Lampung Canangkan Biopori dan Penghijauan di Hari Konservasi Alam Nasional 2025

Minggu, 10 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: ISTIMEWA


WARNALAMPUNG.ID – Pemerintah Kota Bandar Lampung mencanangkan program pembuatan Lubang Resapan Biopori (LRB) dan penanaman pohon dalam rangka memperingati Hari Konservasi Alam Nasional 2025. Kegiatan ini dimulai secara resmi di Kecamatan Kedamaian pada Minggu, 10 Agustus 2025.

Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana mengatakan, pembangunan berkelanjutan tidak dapat dipisahkan dari upaya pelestarian lingkungan. Menurutnya, peringatan Hari Konservasi Alam Nasional bukan sekadar seremoni, melainkan momentum refleksi sekaligus aksi nyata menjaga keseimbangan alam untuk masa depan.

“Secara geografis, sebagian wilayah Bandar Lampung berada di pesisir pantai dan rentan terhadap perubahan iklim, terutama ancaman banjir rob,” ujar Eva Dwiana.

Baca Juga :  ‎Usai Restoran, Bapenda Bandar Lampung Bidik Tapping Box Hotel dan Hiburan ‎

Ia menjelaskan, perubahan iklim menimbulkan tantangan baru seperti pergeseran pola curah hujan yang membuat musim hujan lebih singkat dan musim kemarau semakin panjang. Kondisi tersebut memicu risiko banjir maupun kekeringan, serta kerusakan daerah aliran sungai (DAS) yang bisa mengakibatkan krisis air di musim kemarau.

Di sisi lain, kata dia, kebutuhan air bersih terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk. Sementara PDAM Way Rilau menghadapi keterbatasan sumber air baku.

Baca Juga :  Musim Kemarau, Dinkes Bandar Lampung Perketat Pengawasan Kualitas Air Warga

“Untuk menjaga keberlangsungan penyediaan air minum, diperlukan upaya memulihkan, memelihara, dan mempertahankan kuantitas, kualitas, dan kontinuitas sumber air agar tetap berfungsi optimal,” tegasnya.

Bunda Eva – sapaan akrabnya itu, mengapresiasi kontribusi mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung yang mempelopori kegiatan pelestarian lingkungan dan perbaikan kualitas air tanah.

“Mahasiswa tidak hanya hadir sebagai pelaku pendidikan, tetapi juga agen perubahan yang memberi warna baru bagi pembangunan daerah. Mari jaga semangat kolaborasi, karena pelestarian alam adalah tugas kita bersama,” tutupnya. (**)

Berita Terkait

Eva Dwiana: Investasi Daerah Harus Produktif dan Menguntungkan Masyarakat
Penataan Humanis Bunda Eva: Trotoar Dikembalikan Fungsinya, Pedagang Tetap Diperhatikan
Musim Kemarau, Dinkes Bandar Lampung Perketat Pengawasan Kualitas Air Warga
Bandar Lampung Peringkat 395 Kota Dunia Di Global Cities Index 2026 ‎
Kemah Bhakti Satya Linmas Digelar di Bandar Lampung, Eva Dwiana Dikukuhkan Jadi Ketua DPC ASLINMAS
Sidak Pajak di Mall Kartini, Bapenda Tekankan Pentingnya Pelaporan Omzet Riil
Pemkot Bandar Lampung Teken MoU Sisgita, Perkuat Optimalisasi PAD ‎
Lomba Gerak Jalan Pramuka Jadi Ruang Pembinaan Karakter Pelajar ‎
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:45 WIB

Eva Dwiana: Investasi Daerah Harus Produktif dan Menguntungkan Masyarakat

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 17:16 WIB

Penataan Humanis Bunda Eva: Trotoar Dikembalikan Fungsinya, Pedagang Tetap Diperhatikan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:29 WIB

Musim Kemarau, Dinkes Bandar Lampung Perketat Pengawasan Kualitas Air Warga

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:43 WIB

Bandar Lampung Peringkat 395 Kota Dunia Di Global Cities Index 2026 ‎

Kamis, 24 September 2026 - 22:06 WIB

Kemah Bhakti Satya Linmas Digelar di Bandar Lampung, Eva Dwiana Dikukuhkan Jadi Ketua DPC ASLINMAS

Berita Terbaru