FOTO: ISTIMEWA
WARNALAMPUNG.ID — Musim kemarau tak hanya membuat sebagian sumber air warga berkurang, tetapi juga menjadi perhatian dari sisi kesehatan. Kondisi sumber air yang menurun, khususnya sumur dan sumber air tanah dangkal, membuat kualitas air perlu mendapat pengawasan agar tetap aman digunakan masyarakat.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandar Lampung meningkatkan pemantauan terhadap kualitas air bersih yang digunakan masyarakat. Pengawasan dilakukan melalui tenaga kesehatan lingkungan yang berada di masing-masing puskesmas.
Petugas melakukan pemeriksaan secara berkala dengan mengambil sampel dari sejumlah sumber air yang digunakan masyarakat. Langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui kondisi kualitas air dan memastikan penggunaannya tidak menimbulkan risiko bagi kesehatan.
Kepala Dinkes Kota Bandar Lampung Muhtadi Arsyad Temenggung mengatakan, tenaga kesehatan lingkungan di setiap puskesmas telah dilengkapi sanitary kit untuk mendukung pemeriksaan kualitas air di lapangan.
“Kami melakukan pemantauan dan pemeriksaan kualitas air melalui tenaga kesehatan lingkungan di masing-masing puskesmas,” kata Muhtadi, Jumat (2/10/2026).
Menurutnya, pemeriksaan dilakukan menggunakan metode sampling dengan mengambil contoh air dari beberapa sumber yang dimanfaatkan masyarakat.
“Pengambilan sampel dilakukan dari beberapa sumber air masyarakat untuk mengetahui apakah air tersebut masih memenuhi syarat kesehatan atau tidak,” ujarnya.
Air Tak Layak Jangan Dipaksakan Digunakan
Muhtadi mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan hasil pemeriksaan apabila sumber air dinyatakan tidak memenuhi syarat kesehatan.
Air yang telah dinyatakan tidak memenuhi syarat sebaiknya tidak digunakan untuk kebutuhan yang berkaitan dengan konsumsi, termasuk untuk minum, mencuci bahan makanan maupun mencuci peralatan makan.
Menurutnya, merebus air hingga mendidih memang dapat membunuh sejumlah bakteri patogen. Namun, kondisi air yang telah tercemar tetap perlu menjadi perhatian, terutama ketika digunakan untuk mencuci bahan makanan dan peralatan makan.
“Kalau airnya sudah dinyatakan tidak memenuhi syarat, sebaiknya jangan digunakan untuk minum, mencuci bahan makanan maupun peralatan makan,” katanya.
Dinkes juga mengimbau masyarakat untuk memperhatikan kondisi sumber air masing-masing, terutama ketika debit air mulai berkurang selama musim kemarau.
Jika terdapat perubahan kondisi air, seperti warna, bau, atau rasa yang tidak biasa, masyarakat dapat melaporkannya kepada petugas kesehatan lingkungan di puskesmas setempat untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.
Koordinasi Bantu Warga Kesulitan Air
Di tengah berkurangnya ketersediaan air di sejumlah wilayah, Dinkes Kota Bandar Lampung juga melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk membantu masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi sekaligus mencegah munculnya persoalan kesehatan akibat penggunaan sumber air yang tidak memenuhi persyaratan.
Dengan pengawasan dari petugas dan kehati-hatian masyarakat, kualitas air yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari diharapkan tetap terjaga meski kondisi kemarau menyebabkan sejumlah sumber air mengalami penurunan.(***)















