Kasus ISPA di Bandarlampung Meningkat, Dinkes Perkuat Pemantauan ‎

Selasa, 8 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: (Dok.warnalampung.id)


WARNALAMPUNG.ID — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandarlampung mencatat adanya peningkatan laporan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dalam beberapa hari terakhir.

‎‎Peningkatan tersebut terpantau melalui data Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) pada periode 4 hingga 7 September 2026.

‎‎Kepala Dinkes Kota Bandarlampung, Muhtadi Arsyad Tumenggung, mengatakan jumlah laporan kasus ISPA pada 4 September tercatat sebanyak 527 kasus.

‎‎Angka tersebut kemudian meningkat menjadi 632 kasus pada 5 September dan kembali naik hingga mencapai 716 kasus pada 7 September 2026.

‎‎”Data SKDR menunjukkan jumlah kasus ISPA tercatat sebanyak 527 kasus pada 4 September. Kemudian meningkat menjadi 632 kasus pada 5 September dan mencapai 716 kasus pada 7 September 2026,” kata Muhtadi di Bandarlampung, Selasa (8/9/2026).

‎‎Menurut Muhtadi, peningkatan laporan kasus ISPA terjadi di sejumlah kecamatan. Lonjakan paling tinggi terpantau di Kecamatan Telukbetung Timur, Kedamaian, Rajabasa, Telukbetung Selatan, Sukarame, dan Tanjungkarang Pusat.

Baca Juga :  Bandar Lampung Peringkat 395 Kota Dunia Di Global Cities Index 2026 ‎

‎‎Peningkatan kasus tersebut terjadi bertepatan dengan periode aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK). Namun, Dinkes Bandarlampung belum dapat memastikan adanya hubungan langsung antara paparan debu vulkanik dengan meningkatnya kasus ISPA.

‎‎”Peningkatan kasus ISPA ini bertepatan dengan periode erupsi Gunung Anak Krakatau. Namun, berdasarkan data jangka pendek ini, kami belum bisa menyatakan secara definitif bahwa debu vulkanik menjadi penyebab langsungnya,” jelasnya.

‎‎Karena itu, Dinkes Bandarlampung terus memperkuat kegiatan surveilans dan pemantauan di lapangan untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif terkait perkembangan kasus.

‎‎Selain ISPA, sejumlah penyakit yang berpotensi berkaitan dengan gangguan kualitas udara juga menjadi perhatian. Di antaranya pneumonia, asma, Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), iritasi mata, hingga dermatitis.

Baca Juga :  Pemkot Bandar Lampung Teken MoU Sisgita, Perkuat Optimalisasi PAD ‎

‎‎”Sejumlah penyakit penyerta yang berpotensi berkaitan dengan gangguan kualitas udara, seperti pneumonia, asma, PPOK, iritasi mata, dan dermatitis, hingga saat ini masih terpantau dalam kondisi normal dan stabil,” ujar Muhtadi.

‎‎Sebagai langkah antisipasi, Dinkes juga melakukan validasi data secara berlapis untuk memastikan laporan kasus yang dihimpun akurat serta menghindari kemungkinan duplikasi maupun kesalahan dalam proses input data.

‎‎”Kami meminta laporan harian dari seluruh puskesmas di wilayah Kota Bandarlampung,” katanya.

‎‎Pemantauan secara khusus dilakukan terhadap kecamatan yang mencatat peningkatan laporan ISPA paling tinggi. Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran perkembangan kasus secara lebih akurat.

‎‎”Langkah tersebut dilakukan untuk memperoleh gambaran perkembangan kasus secara lebih akurat, sekaligus mendeteksi sedini mungkin apabila terjadi perubahan pola penyakit di masyarakat,” pungkas Muhtadi.(***)

Berita Terkait

Eva Dwiana: Investasi Daerah Harus Produktif dan Menguntungkan Masyarakat
Penataan Humanis Bunda Eva: Trotoar Dikembalikan Fungsinya, Pedagang Tetap Diperhatikan
Musim Kemarau, Dinkes Bandar Lampung Perketat Pengawasan Kualitas Air Warga
Bandar Lampung Peringkat 395 Kota Dunia Di Global Cities Index 2026 ‎
Kemah Bhakti Satya Linmas Digelar di Bandar Lampung, Eva Dwiana Dikukuhkan Jadi Ketua DPC ASLINMAS
Sidak Pajak di Mall Kartini, Bapenda Tekankan Pentingnya Pelaporan Omzet Riil
Pemkot Bandar Lampung Teken MoU Sisgita, Perkuat Optimalisasi PAD ‎
Lomba Gerak Jalan Pramuka Jadi Ruang Pembinaan Karakter Pelajar ‎
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:45 WIB

Eva Dwiana: Investasi Daerah Harus Produktif dan Menguntungkan Masyarakat

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 17:16 WIB

Penataan Humanis Bunda Eva: Trotoar Dikembalikan Fungsinya, Pedagang Tetap Diperhatikan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:29 WIB

Musim Kemarau, Dinkes Bandar Lampung Perketat Pengawasan Kualitas Air Warga

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:43 WIB

Bandar Lampung Peringkat 395 Kota Dunia Di Global Cities Index 2026 ‎

Kamis, 24 September 2026 - 22:06 WIB

Kemah Bhakti Satya Linmas Digelar di Bandar Lampung, Eva Dwiana Dikukuhkan Jadi Ketua DPC ASLINMAS

Berita Terbaru