FOTO: ISTIMEWA
WARNALAMPUNG.ID – Polda Lampung menyampaikan rilis akhir tahun 2025 yang memuat evaluasi menyeluruh atas tren kejahatan, penanganan kasus narkoba, serta perkembangan situasi lalu lintas di wilayah hukum Provinsi Lampung. Rilis tersebut disampaikan Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf bersama jajaran utama Polda Lampung dalam konferensi pers, pada Jumat 26 Desember 2025.
Tren Kejahatan Umum Sepanjang 2025
Dalam paparannya, Polda Lampung memetakan pola dan karakteristik tindak pidana selama 2025, mulai dari kejahatan konvensional hingga kejahatan yang berdampak transnasional seperti narkotika. Evaluasi ini menjadi dasar perumusan strategi penegakan hukum dan pencegahan kejahatan ke depan.
Kapolda Lampung menegaskan bahwa penguatan patroli kepolisian, optimalisasi operasi kepolisian, serta penegakan hukum yang tegas dan profesional tetap menjadi fokus.
“Rilis akhir tahun ini bukan hanya laporan capaian, tetapi juga bahan evaluasi agar kami terus meningkatkan kualitas pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat. Polri akan tetap hadir, bekerja profesional, dan mengedepankan langkah humanis dalam menjaga keamanan wilayah Lampung,” ujar Irjen Pol Helfi Assegaf.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran dan masyarakat yang telah berperan aktif menjaga stabilitas keamanan sepanjang tahun.
Narkoba dan Kamseltibcarlantas Jadi Sorotan
Pada sektor pemberantasan narkoba, Polda Lampung menekankan bahwa peredaran gelap narkotika masih menjadi ancaman serius. Penindakan tegas terhadap jaringan pengedar dan pelaku penyalahgunaan narkoba terus dilakukan melalui operasi dan pengungkapan kasus di tingkat Polda hingga Polres jajaran.
Sementara itu, pada aspek keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas), Polda Lampung juga menyoroti tren kecelakaan lalu lintas selama 2025. Edukasi masyarakat, rekayasa lalu lintas, serta operasi kepolisian tematik terus diperkuat untuk menekan angka pelanggaran dan kecelakaan.
Kerjasama Lintas Sektor Jadi Kunci Gangguan Kamtibmas dan Keselamatan Lalin
Kapolda menambahkan, kerja sama lintas sektor dan partisipasi masyarakat menjadi kunci keberhasilan pengendalian gangguan kamtibmas maupun keselamatan lalu lintas.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bersinergi. Kepolisian tidak bisa bekerja sendiri. Kesadaran hukum dan kepatuhan masyarakat sangat menentukan keberhasilan kita bersama menjaga keamanan dan ketertiban,” kata Kapolda.
Polda Lampung memastikan evaluasi akhir tahun ini akan menjadi pijakan dalam penyusunan strategi pengamanan wilayah, termasuk menjelang momentum-momentum besar yang berpotensi meningkatkan intensitas aktivitas masyarakat.(**)






