‎Lewat Sosialisasi PIP-WK, Suhada Tegaskan Pentingnya Toleransi Antarumat Beragama

FOTO: Anggota DPRD Kota Bandar Lampung, Muhammad Suhada, S.T., (Dok.Warnalampung.id)


WARNALAMPUNG.ID – Anggota DPRD Kota Bandar Lampung dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Muhammad Suhada, S.T., menggelar kegiatan Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP-WK) di Kelurahan Durian Payung, Kecamatan Tanjung Karang Pusat, Kota Bandar Lampung, pada Sabtu 21 Februari 2026.

‎Kegiatan tersebut mengangkat tema pentingnya toleransi umat beragama sebagai wujud nyata pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, terlebih dalam suasana bulan suci Ramadan.

‎Dalam sambutannya, Suhada menyinggung dinamika yang terjadi terkait penetapan awal puasa Ramadan. Ia menjelaskan bahwa pemerintah melalui sidang isbat menetapkan 1 Ramadan jatuh pada hari Kamis, sementara warga Muhammadiyah telah lebih dahulu menetapkan awal puasa pada hari Rabu.

‎‎“Perbedaan dalam penentuan awal puasa adalah hal yang biasa. Dengan semangat toleransi Pancasila, tidak apa-apa jika Muhammadiyah lebih dahulu berpuasa di hari Rabu, sementara kita mengikuti keputusan pemerintah di hari Kamis. Yang terpenting adalah kita sama-sama menjalankan ibadah puasa Ramadan dengan penuh keimanan,” ujar ‎Suhada yang juga menjabat sebagai Sekretaris DPW PKS Lampung.

‎Menurutnya, bulan suci Ramadan bukan hanya momentum peningkatan ibadah secara spiritual, tetapi juga waktu yang tepat untuk memperkuat nilai persaudaraan dan persatuan. Ia menegaskan bahwa perbedaan pandangan dalam praktik keagamaan tidak seharusnya menjadi sumber perpecahan. Justru, perbedaan tersebut menjadi bukti bahwa bangsa Indonesia menjunjung tinggi prinsip musyawarah serta saling menghormati dalam ‎kehidupan berbangsa dan bernegara.

‎Dalam suasana Ramadan yang penuh berkah, Suhada mengajak masyarakat menjadikan puasa sebagai sarana memperkuat empati sosial, mempererat silaturahmi, serta menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.

‎“Ramadan mengajarkan kita untuk menahan diri, bukan hanya dari lapar dan dahaga, tetapi juga dari sikap saling menyalahkan. Ini saatnya memperbanyak kebaikan dan memperkuat persatuan,” katanya.

‎Ia juga mengingatkan bahwa sebelum memasuki Ramadan, Indonesia baru saja merayakan Tahun Baru Imlek. Momentum tersebut, lanjutnya, menjadi pengingat bahwa Indonesia adalah bangsa yang majemuk, terdiri dari berbagai macam agama, suku, dan budaya yang hidup berdampingan secara harmonis.

‎“Keberagaman bangsa kita bukan hanya antar sesama umat Islam, tetapi juga antarumat beragama yang berbeda. Di negara kita ada banyak agama yang hidup berdampingan. Inilah kekayaan Indonesia yang harus kita jaga bersama,” tambahnya.

‎Melalui pembekalan ideologi Pancasila, ‎Suhada berharap masyarakat semakin dewasa dalam menyikapi perbedaan, terutama di bulan suci yang identik dengan nilai kesabaran dan pengendalian diri. Ia menegaskan bahwa perbedaan merupakan keniscayaan dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.

‎“Perbedaan itu biasa. Jangan sampai perbedaan merusak kekeluargaan, apalagi merusak persatuan dan kesatuan. Jika bertemu dengan pemeluk agama lain, kita pegang prinsip ‘bagimu agamamu, bagiku agamaku’. Tidak saling mengganggu dan saling menghormati. Itulah yang harus kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.

‎Kegiatan sosialisasi PIP-WK tersebut berlangsung dengan antusiasme warga. Dalam nuansa Ramadan yang penuh kedamaian, peserta diajak terus memperkuat nilai-nilai Pancasila sebagai fondasi menjaga kerukunan, toleransi, serta persatuan di tengah keberagaman masyarakat Kota Bandar Lampung.

‎Suasana kebersamaan yang terbangun pun menjadi cerminan bahwa, semangat Ramadan sejalan dengan semangat Pancasila: menghadirkan harmoni di tengah perbedaan. (Agoy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *