Hearing DPRD Bandar Lampung, Bahas Evaluasi Program MBG Pasca Insiden Sukabumi

Rabu, 10 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: ISTIMEWA


WARNALAMPUNG.ID – Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung menggelar rapat dengar pendapat (hearing) bersama Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, SPPI, dan SPPG, pada Senin 8 September 2025.

Pertemuan tersebut digelar menyusul kasus keracunan makanan yang dialami sejumlah siswa SD dan SMP di Kecamatan Sukabumi beberapa hari lalu.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung, Asroni Paslah, menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawal pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) agar tidak terjadi hal-hal yang merugikan siswa. Menurutnya, peristiwa yang terjadi di Sukabumi harus menjadi pelajaran penting agar sistem pengawasan benar-benar diperketat.

“Kami meminta agar pengadaan bahan baku maupun proses pemasakan mendapat pengawasan ketat dari SPPI. Hal ini sudah kami sampaikan dalam hearing, karena menyangkut kesehatan anak-anak kita,” ujar Asroni.

Ia menambahkan, saat ini ada sekitar 28 dapur MBG yang beroperasi di Bandar Lampung. Komisi IV berencana melakukan monitoring langsung ke lapangan, termasuk mengambil sampel makanan dari dapur-dapur tersebut untuk diuji kelayakannya.

“Kami akan turun langsung untuk memastikan makanan yang disajikan benar-benar aman. Jangan sampai kejadian serupa kembali terulang dan program MBG ini sangat baik untuk masyarakat, terutama dalam pencegahan stunting. Karena itu, harus kita dukung penuh agar berjalan baik dan tidak carut-marut,” jelasnya.

Baca Juga :  Taring Dukung Evaluasi Tim Media Gubernur Usai Dugaan Penghalangan Jurnalis

Terakhir Asroni menegaskan, Komisi IV akan terus melakukan evaluasi berkala untuk memastikan program ini berjalan dengan baik.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap anak mendapatkan makanan sehat, bergizi, dan aman. Ini bukan hanya soal program pemerintah, tetapi soal masa depan generasi kita,” tegasnya.

Di sisi lain, Plh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bandar Lampung, Eka Apriana, menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima arahan langsung dari Wali Kota Eva Dwiana untuk memperketat pengawasan di sekolah-sekolah penerima MBG.

Meski Dinas Pendidikan tidak terlibat langsung sejak awal pelaksanaan program, kata Eka, pihaknya tetap melakukan pemantauan rutin di lapangan agar kejadian seperti di Sukabumi tidak terulang lagi,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, Dinas Pendidikan telah membentuk tim khusus di tiap sekolah penerima program. Tim ini terdiri dari lima orang yang ditugaskan untuk memeriksa makanan sebelum disajikan kepada siswa.

Baca Juga :  Dituding Gelapkan Mobil Rental Rp1,16 Miliar, Yunika Angkat Bicara

“Tim sekolah ini menjadi garda terdepan dalam memastikan makanan MBG aman dikonsumsi,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua SPPG Yayasan Asri Amanah Barokah, Asri Pujiati, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas insiden keracunan yang terjadi.

“Kami sudah meminta maaf secara langsung kepada wali murid. Kami juga mengunjungi puskesmas, rumah sakit, dan rumah anak-anak yang terdampak. Ini menjadi evaluasi besar bagi kami.

Sebagai bentuk tanggung jawab, pihak yayasan mengambil inisiatif menutup sementara dapur MBG untuk melakukan perbaikan menyeluruh

“Kami akan memperbaiki kualitas ruangan, peralatan, serta standar gizi agar sesuai SOP. Ke depan, kami akan lebih intens berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan pemerintah kota,” ungkap Astri.

Ia juga berharap dukungan dari semua pihak agar program MBG tetap berjalan sesuai harapan. Menurutnya, semangat yang dibawa dalam program ini adalah memberikan asupan gizi terbaik untuk anak-anak Indonesia.

“Mohon doa dan dukungan agar ke depan program MBG ini dapat berjalan lancar dan kejadian serupa tidak terulang kembali,” tutupnya.(*)

Berita Terkait

Soal Dugaan Permintaan Uang Rp25 Juta di Lima Kelurahan, Kepala BKPSDM Zulkifli Tidak Merespon ‎
Taring Dukung Evaluasi Tim Media Gubernur Usai Dugaan Penghalangan Jurnalis
Dua Keluarga Siswa SDN 2 Way Dadi Sepakat Berdamai, Sekolah Fokus Pulihkan Kondisi MRP
Dituding Gelapkan Mobil Rental Rp1,16 Miliar, Yunika Angkat Bicara
Kecolongan, Perluasan Jaringan Fiber Optik di Garuntang Digarap Tengah Malam, Warga Minta Penindakan Tegas
Pengadaan Rp35,1 Miliar RSUD Dadi Tjokrodipo Dipertanyakan, Dari Satu Paket Jadi Puluhan Transaksi
‎Ratusan Pelajar se-Lampung Adu Ketangkasan PMR, Rebut Piala Bergilir Wali Kota Eva Dwiana
UIN RIL Beri Hak Jawab soal Dugaan Kekerasan terhadap Dua Wartawan di Proyek Gapura
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 16:35 WIB

Soal Dugaan Permintaan Uang Rp25 Juta di Lima Kelurahan, Kepala BKPSDM Zulkifli Tidak Merespon ‎

Kamis, 8 Oktober 2026 - 19:04 WIB

Taring Dukung Evaluasi Tim Media Gubernur Usai Dugaan Penghalangan Jurnalis

Selasa, 29 September 2026 - 16:50 WIB

Dua Keluarga Siswa SDN 2 Way Dadi Sepakat Berdamai, Sekolah Fokus Pulihkan Kondisi MRP

Sabtu, 19 September 2026 - 20:11 WIB

Dituding Gelapkan Mobil Rental Rp1,16 Miliar, Yunika Angkat Bicara

Senin, 14 September 2026 - 13:28 WIB

Kecolongan, Perluasan Jaringan Fiber Optik di Garuntang Digarap Tengah Malam, Warga Minta Penindakan Tegas

Berita Terbaru