FOTO: ISTIMEWA
WARNALAMPUNG ID – Gubernur Bengkulu Helmi Hasan melakukan kunjungan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Abdul Moeloek (RSAM) Provinsi Lampung.
Kunjungan tersebut menjadi momentum silaturahmi sekaligus bentuk kepedulian Helmi Hasan terhadap pasien yang tengah menjalani perawatan.
Helmi Hasan hadir didampingi pendakwah Derry Sulaiman. Keduanya kemudian bersilaturahmi dengan Direktur Utama RSUD dr. H. Abdul Moeloek, Dr. dr. Imam Ghozali, Sp.An., KMN., M.Kes, beserta jajaran rumah sakit.
Usai pertemuan, Helmi menyempatkan diri menyambangi sejumlah pasien, khususnya pasien kelas III di ruang rawat inap Instalasi Jantung Terpadu.
Di ruang perawatan, suasana berlangsung hangat. Helmi tampak berbincang langsung dengan pasien, menanyakan kondisi kesehatan serta pelayanan yang mereka terima selama menjalani perawatan.
“Gimana kabarnya, sudah mendingan ya? Sudah beberapa hari di sini? Dokternya baik enggak? Nakesnya baik enggak?” tanya Helmi kepada salah seorang pasien.
Pertanyaan tersebut dijawab pasien dengan menyampaikan bahwa selama menjalani perawatan, mereka mendapatkan pelayanan yang baik, baik dari dokter maupun tenaga kesehatan.
Helmi kemudian memberikan tali asih kepada sejumlah pasien. Pemberian tersebut menjadi bentuk kepedulian sekaligus dukungan moral bagi pasien yang tengah menjalani proses pengobatan.
Tak hanya itu, Helmi juga mendoakan para pasien agar segera diberikan kesembuhan dan dapat kembali berkumpul bersama keluarga.
Kehadiran Helmi Hasan dan Derry Sulaiman di ruang rawat inap pun menciptakan suasana yang lebih hangat. Keduanya berinteraksi langsung dengan pasien, memberikan semangat, serta menyampaikan doa bagi kesembuhan mereka.
Sementara itu, Direktur Utama RSUD dr. H. Abdul Moeloek, Dr. dr. Imam Ghozali, mengapresiasi kunjungan tersebut.
Menurut Imam, perhatian dan kepedulian kepada pasien merupakan bagian penting dalam memberikan pelayanan kesehatan yang menyeluruh.
Pelayanan rumah sakit, kata dia, tidak hanya berkaitan dengan aspek medis, tetapi juga bagaimana pasien mendapatkan dukungan secara psikologis dan kemanusiaan selama menjalani perawatan. (**)















