FOTO: ISTIMEWA
WARNALAMPUNG.ID – Bidang Perempuan dan Keluarga (BIPEKA) DPD PKS Pesisir Barat bersama BIPEKA DPD PKS Lampung Barat menggelar Seminar Rumah Keluarga Indonesia pada 3–4 Agustus 2026.
Kegiatan yang diikuti lebih dari 100 peserta, terdiri dari pelajar dan pimpinan berbagai organisasi, tersebut mengangkat tema “Bahaya LGBT terhadap Generasi Muda dan Penguatan Ketahanan Keluarga.”
Seminar menghadirkan Hj. Nurul Hidayati, S.S., M.B.A. sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya peran keluarga dalam membangun karakter, akhlak, serta identitas diri anak sejak usia dini.
Menurutnya, perkembangan teknologi dan keterbukaan informasi menghadirkan berbagai tantangan bagi keluarga. Karena itu, orang tua dinilai perlu semakin aktif mendampingi anak, membangun komunikasi terbuka, serta memberikan pendidikan yang sesuai dengan usia dan kebutuhan anak.
Ia juga mendorong peningkatan literasi masyarakat dalam memahami berbagai isu yang dapat memengaruhi perkembangan remaja, termasuk isu LGBT. Menurutnya, keluarga perlu memiliki pemahaman yang baik agar dapat memberikan pendampingan secara tepat dengan berpedoman pada nilai agama, norma sosial, serta ketentuan hukum yang berlaku.
Pendekatan yang dikedepankan dalam kegiatan tersebut, lanjutnya, adalah pendidikan, pembinaan karakter, serta penguatan fungsi keluarga sebagai lingkungan utama dalam perlindungan dan pembentukan generasi muda.
Turut mendampingi kegiatan tersebut Ketua Bidang Perempuan dan Keluarga (BIPEKA) DPW PKS Lampung, Yuni Karnelis, STP. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa tantangan yang dihadapi keluarga saat ini semakin kompleks sehingga diperlukan gerakan bersama untuk memperkuat ketahanan keluarga.
“Keluarga adalah benteng pertama dan utama dalam menjaga anak-anak kita. Arus informasi yang begitu terbuka membuat berbagai paham dan gaya hidup dengan mudah diakses oleh generasi muda, termasuk yang tidak sejalan dengan nilai agama dan budaya bangsa,” ujar Yuni.
Ia menambahkan, orang tua perlu memberikan perhatian lebih terhadap perkembangan anak melalui pendidikan karakter, keteladanan, serta komunikasi yang hangat di dalam keluarga.
Yuni juga menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak dimaksudkan untuk membangun kebencian terhadap kelompok atau individu tertentu, melainkan sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan kewaspadaan keluarga terhadap berbagai tantangan yang dapat memengaruhi perkembangan anak dan remaja.
“Rumah Keluarga Indonesia hadir sebagai gerakan edukasi. Kami mengajak keluarga untuk memahami tantangan yang ada, termasuk isu LGBT, dengan mengedepankan pendekatan preventif melalui penguatan akidah, akhlak, pendidikan keluarga, serta pendampingan yang penuh kasih sayang,” katanya.
Menurut Yuni, keluarga yang kuat diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak.
“Dengan keluarga yang kokoh, insya Allah generasi kita akan tumbuh menjadi pribadi yang beriman, berkarakter, dan siap membangun bangsa,” lanjutnya.
Selama dua hari pelaksanaan di Pesisir Barat dan Lampung Barat, peserta mengikuti berbagai materi, diskusi, serta sesi tanya jawab. Materi yang dibahas antara lain pola pengasuhan di era digital, pendidikan seksual sesuai usia dan nilai agama, komunikasi efektif antara orang tua dan anak, serta strategi memperkuat ketahanan keluarga dalam menghadapi berbagai tantangan sosial.
Melalui Seminar Rumah Keluarga Indonesia, BIPEKA PKS Pesisir Barat dan Lampung Barat berharap semakin banyak penggerak keluarga yang mampu bersinergi dan berkolaborasi dengan berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap perkembangan anak.
Kegiatan tersebut juga diharapkan dapat mendorong terciptanya lingkungan keluarga yang aman, sehat, dan penuh kasih sayang sebagai fondasi bagi tumbuhnya generasi Indonesia yang berakhlak, berprestasi, serta bertanggung jawab.(**)















