FOTO: Ketua Komisi III DPRD Kota Bandarlampung, Agus Djumadi.(Dok.Warnalampung.id)
WARNALAMPUNG.ID — Anggota DPRD Kota Bandar Lampung dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Agus Djumadi, menggelar kegiatan Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP-WK) di Kelurahan Gunung Terang, Kecamatan Langkapura, pada Jumat, 20 Februari 2026.
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh kekhidmatan Bulan Ramadan itu menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat.Nuansa kebersamaan dan semangat berbagi terasa kental, sejalan dengan pesan Ramadan sebagai bulan pembinaan diri dan penguatan solidaritas sosial.
Dalam sambutannya, Agus Djumadi menekankan bahwa Ramadan bukan hanya bulan ibadah secara personal, tetapi juga momentum untuk meningkatkan kebermanfaatan bagi sesama.
“Ramadan harus menjadi wadah untuk membentuk pribadi yang lebih bertakwa, sekaligus memperkuat kepedulian sosial. Setelah Ramadan usai, nilai-nilai kebaikan itu harus tetap hidup dalam keseharian kita,” ujarnya.
Sebagai Ketua Komisi III DPRD Kota Bandar Lampung yang membidangi infrastruktur, Agus juga menyinggung pentingnya pembangunan sarana dan prasarana yang dilakukan secara bertahap dan terencana. Ia menyebut forum sosialisasi seperti ini menjadi ruang dialog strategis antara wakil rakyat dan masyarakat.
“Pembangunan tentu dilakukan secara bertahap. Mari kita bersama-sama membicarakan dan merencanakannya demi kemajuan kampung kita,” kata Agus.
Ia berharap Kelurahan Gunung Terang dapat menjadi wilayah percontohan di Kota Bandar Lampung. Dengan semangat gotong royong dan kekompakan warga, ia optimistis kemajuan lingkungan dapat terwujud secara berkelanjutan.
Agus juga mengajak masyarakat untuk memiliki mimpi dan gagasan terbaik bagi kampungnya. Menurutnya, ide-ide tersebut dapat dirumuskan bersama dan mulai direalisasikan setelah Ramadan.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Pancasila bukan sekadar untuk dihafalkan, melainkan harus menjadi jiwa dan pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
“Jadikan toleransi dan gotong royong sebagai implementasi nyata dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.
Selain itu, menurutnya, Pancasila sebagai falsafah hidup bangsa menekankan pentingnya persatuan dan kesatuan, menjaga keamanan lingkungan, serta membangun kepedulian terhadap sesama dan lingkungan sekitar.
“Kita wujudkan lingkungan yang bersih, rukun, dan mandiri melalui semangat gotong royong bersama,” pungkasnya.
Melalui kegiatan PIP-WK ini, diharapkan nilai-nilai Pancasila dan semangat kebangsaan semakin menguat di tengah masyarakat, khususnya di bulan suci Ramadan yang sarat makna kebersamaan, sekaligus mendorong percepatan pembangunan berbasis partisipasi dan gotong royong di tingkat kelurahan.(*)






