FOTO: ISTIMEWA
WARNALAMPUNG.ID — Pemerintah Kota Bandar Lampung menyalurkan insentif kepada para kader Posyandu, Bina Keluarga Balita (BKB), Tim Pendamping Keluarga (TPK), Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PKKBD), serta Sub-PKKBD sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan pengabdian mereka dalam mendukung program kesehatan dan keluarga berencana di tengah masyarakat.
Penyerahan insentif tersebut dilakukan langsung oleh Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, di Gedung Futsal Jangkung Sutomo, Jalan Dr. Sutomo, Kecamatan Kedaton, pada Senin, 16 Maret 2026.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 1.008 kader menerima insentif yang terdiri dari:Kecamatan Kedaton sebanyak 544 kader,Kecamatan Tanjung Karang Timur sebanyak 464 kader.
Wali Kota Eva Dwiana menyampaikan bahwa para kader memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pemerintah dalam menjalankan berbagai program kesehatan masyarakat, khususnya pelayanan Posyandu, pembinaan keluarga, hingga upaya percepatan penurunan angka stunting.
Menurutnya, keberhasilan program kesehatan tidak lepas dari kerja keras para kader yang secara langsung berinteraksi dengan masyarakat di tingkat kelurahan dan lingkungan.
“Para kader adalah garda terdepan dalam memberikan edukasi kesehatan, pendampingan keluarga, serta memastikan tumbuh kembang anak berjalan optimal. Pemerintah Kota Bandar Lampung sangat mengapresiasi dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan,” ujar Eva Dwiana.
Ia berharap pemberian insentif ini dapat menjadi motivasi tambahan bagi para kader untuk terus aktif, semangat, dan konsisten menjalankan tugas sosial kemasyarakatan.
Selain sebagai bentuk penghargaan, program ini juga menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Bandar Lampung dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia melalui peningkatan kualitas kesehatan keluarga dan masyarakat.
Pemkot Bandar Lampung menegaskan akan terus mendukung program kesehatan, pemberdayaan keluarga, serta percepatan penurunan stunting melalui sinergi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan kader di tingkat kecamatan maupun kelurahan.
Dengan peran aktif para kader, diharapkan pelayanan kesehatan dasar semakin optimal dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.(**)












