FOTO: ISTIMEWA
WARNALAMPUNG.ID — Sebanyak 900 kader perempuan PKS se-Provinsi Lampung mengikuti Latihan Perempuan Siaga (Latansa) 2026 yang digelar DPW PKS Lampung di Tabek Indah, Minggu (6/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya PKS Lampung dalam membentuk kader perempuan yang sehat, bugar, tangguh, disiplin, serta memiliki kesiapsiagaan untuk berkontribusi di tengah masyarakat.
Latansa tidak hanya diisi dengan aktivitas fisik, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian sosial, kebersamaan, kedisiplinan, serta kesiapan kader dalam mengambil peran ketika masyarakat membutuhkan.
Ketua DPW PKS Lampung sekaligus Anggota DPRD Provinsi Lampung, Ade Utami Ibnu, mengatakan kesiapsiagaan merupakan karakter yang perlu terus dilatih dan dipelihara oleh setiap kader.
Menurutnya, dinamika kehidupan masyarakat menuntut kader memiliki kesiapan untuk hadir kapan pun dibutuhkan, termasuk ketika menghadapi situasi darurat maupun kebencanaan.
“Kita harus siap tampil ke depan dan membantu masyarakat dalam situasi dan kondisi apa pun. Kader harus ditempa untuk melayani masyarakat dan berkontribusi untuk bangsa dan negara,” ujarnya.
Ade juga menekankan pentingnya menjaga kebugaran dan kesehatan sebagai bagian dari kesiapan kader dalam menjalankan peran sosial.
Ia menilai, keinginan untuk berkontribusi kepada masyarakat harus ditunjang dengan kondisi fisik yang prima serta pola hidup sehat.
“Panggilan dari bangsa Indonesia tidak mengenal waktu. Kalau kita bugar, melatih fisik, menjaga kesehatan dan pola makan, kita akan siap kapan pun bangsa membutuhkan kita,” katanya.
Ia berharap Latansa 2026 tidak berhenti sebagai kegiatan latihan fisik semata. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan menjadi momentum bagi kader perempuan untuk membangun kebiasaan hidup sehat sekaligus meningkatkan kesiapan dalam menjalankan peran sosial.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Latansa, Hidayati, mengatakan kegiatan tersebut secara khusus menjadi ruang bagi kader perempuan untuk memperkuat kebersamaan sekaligus meningkatkan kapasitas diri.
Menurutnya, perempuan memiliki peran strategis, bukan hanya dalam membangun ketahanan keluarga, tetapi juga sebagai bagian dari kekuatan sosial di lingkungan masyarakat.
“Latansa ini menjadi momentum untuk memperkuat ukhuwah, saling menjaga, dan membangun kebersamaan antarkader perempuan. Kami ingin kader perempuan tidak hanya aktif dalam kegiatan, tetapi juga mampu menjadi teladan dan memberikan manfaat nyata di lingkungan keluarga maupun masyarakat,” ujarnya.
Melalui Latansa 2026, DPW PKS Lampung berharap semangat kesiapsiagaan dan pengabdian terus tumbuh di kalangan kader perempuan.
Kebugaran, kedisiplinan, kebersamaan, dan kepedulian sosial diharapkan menjadi bekal bagi kader untuk mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing, baik di lingkungan keluarga, masyarakat, maupun ketika menghadapi situasi darurat dan kebencanaan.
Dengan semangat tersebut, 900 peserta Latansa diharapkan tidak hanya membawa pulang pengalaman latihan, tetapi juga semangat untuk terus hadir, peduli, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Lampung.(**)















