KALEIDOSKOP 2025, Prestasi Gemilang vs Tantangan Berliku Pemerintahan Prabowo-Mirzani-Eva

Berita, OPINI726 Dilihat
Oleh: Rina Tri Putri, Kader HMI Cabang Bandar Lampung, Bidang Politik dan Demokrasi
WARNALAMPUNG.ID – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bandar Lampung Bidang Politik dan Demokrasi merilis Kaleidoskop 2025 bertajuk “Prestasi Gemilang vs Tantangan Berliku Pemerintahan Prabowo–Mirzani–Eva”. Rilis ini memotret dinamika satu tahun perjalanan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, dan Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana dalam perspektif sosial, ekonomi, dan politik.
‎Dalam catatannya, penulis Rina Tri Putri menilai bahwa pemerintahan di tingkat nasional hingga daerah mencatat sejumlah capaian positif, namun juga masih menyisakan tantangan struktural yang perlu dibenahi.
‎“Kita melihat adanya perkembangan, tetapi juga menemukan pekerjaan rumah besar yang tidak boleh diabaikan,” tulisnya.
Prestasi yang Dicatat
‎Rilis tersebut menyoroti berbagai program nasional dan kebijakan daerah yang dinilai berdampak pada kesejahteraan publik, mulai dari stabilitas ekonomi, penguatan program perlindungan sosial, hingga sejumlah inovasi kebijakan di daerah. Menurut Rina, terdapat langkah maju yang patut diapresiasi sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam memenuhi janji politik.
‎Namun, ia juga mengingatkan agar capaian tersebut tidak melahirkan euforia berlebihan. Pemerintah tetap dituntut menjaga prinsip keberlanjutan, transparansi, dan keadilan dalam pembangunan.
Tantangan yang Masih Mengemuka
‎Di sisi lain, Rina menilai masih terdapat berbagai persoalan fundamental seperti ketimpangan pembangunan, persoalan lingkungan hidup, dinamika hubungan pusat-daerah, hingga tantangan konsolidasi demokrasi.
‎“Prestasi memang ada, tetapi tantangannya juga nyata. Pemerintah harus memastikan bahwa pembangunan tidak hanya tampak besar secara angka, tetapi benar-benar dirasakan masyarakat kecil,” ujarnya.
‎Ia juga menyinggung pentingnya pengawasan publik dan budaya kritik sehat untuk menjaga pemerintahan tetap berada pada rel demokrasi.
‎“Ruang kritik tidak boleh dipersempit. Kritik yang jujur justru menjadi vitamin bagi pemerintah,” tulisnya.
Harapan ke Depan
‎Melalui kaleidoskop ini, Rina berharap tahun 2026 menjadi momentum evaluasi bersama antara pemerintah dan masyarakat. Ia menegaskan bahwa HMI tetap berkomitmen menjadi mitra kritis yang konstruktif.
‎“Kami percaya pemerintah bisa bekerja lebih baik, selama tetap membuka ruang dialog dan keberpihakan pada rakyat,” tutupnya.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *