Dinkes Bandar Lampung Gencarkan Jemput Bola Kasus TB, Kejar Target Eliminasi 2030

Selasa, 4 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: ISTIMEWA


WARNALAMPUNG.ID — Perang melawan tuberkulosis (TB) di Kota Bandar Lampung memasuki babak baru. Pemerintah Kota Bandar Lampung mengubah pola penanganan dari yang sebelumnya menunggu pasien datang berobat menjadi aktif mencari dan menemukan kasus di tengah masyarakat.

‎‎Strategi jemput bola tersebut diterapkan untuk mempercepat pencapaian target eliminasi TB pada 2030 dengan menekan angka penularan, kasus baru, hingga kematian akibat penyakit menular tersebut.

‎‎Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, Muhtadi Arsyad Tumenggung, mengatakan percepatan eliminasi TB membutuhkan langkah yang lebih agresif melalui penemuan kasus secara aktif, investigasi kontak, serta memastikan seluruh pasien menjalani pengobatan hingga tuntas.

‎‎”Penemuan kasus secara aktif menjadi salah satu strategi utama. Selain menemukan pasien, kami juga memastikan kepatuhan pengobatan agar rantai penularan dapat diputus,” ujar Muhtadi, Senin (3/8/2026).

‎Muhtadi menjelaskan, tren penemuan kasus TB di Bandar Lampung terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Peningkatan tersebut didukung penguatan sistem pencatatan melalui Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB), serta semakin besarnya peran fasilitas kesehatan swasta dan kader kesehatan dalam mendeteksi maupun melaporkan kasus.

Baca Juga :  Pemkot Bandar Lampung Perkuat Jaminan Sosial, 35.193 Pekerja Dapat BPJS Ketenagakerjaan

‎‎Meski demikian, upaya menuju eliminasi TB masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satu yang paling krusial adalah masih adanya pasien yang menghentikan pengobatan sebelum selesai. Kondisi tersebut berisiko memperburuk kesehatan pasien sekaligus memicu munculnya TB resistan obat.

‎‎Selain itu, stigma masyarakat terhadap penderita TB juga masih menjadi hambatan dalam penanganan penyakit tersebut.

‎‎”Stigma masih menjadi tantangan yang harus kita atasi bersama. Edukasi kepada masyarakat terus diperkuat agar penderita TB tidak dikucilkan dan mau menjalani pengobatan,” katanya.

‎Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung juga memprioritaskan pengawasan di kawasan yang memiliki risiko penularan tinggi, terutama permukiman padat penduduk dengan mobilitas masyarakat yang tinggi.

Baca Juga :  Musim Kemarau, Dinkes Bandar Lampung Perketat Pengawasan Kualitas Air Warga

‎‎Melalui investigasi kontak, petugas kesehatan akan menelusuri orang-orang yang memiliki riwayat kontak erat dengan pasien TB guna memastikan tidak ada kasus yang terlewat.

‎‎Sementara itu, skrining aktif terus dilakukan di berbagai lokasi, seperti kawasan padat penduduk, pondok pesantren, lembaga pemasyarakatan (lapas), hingga rumah tahanan (rutan).

‎Selain penemuan kasus, upaya pencegahan juga diperkuat melalui pemberian Terapi Pencegahan TB (TPT) kepada kelompok yang memenuhi kriteria. Program tersebut diintegrasikan dengan layanan Cek Kesehatan Gratis agar jangkauan deteksi dini semakin luas.

‎‎Di sisi lain, kampanye kesehatan terus digencarkan melalui penyuluhan langsung kepada masyarakat, kegiatan posyandu, media massa, media sosial, hingga penyebaran berbagai materi edukasi.

‎‎Pemerintah Kota Bandar Lampung menargetkan penurunan angka insidensi dan kematian akibat tuberkulosis hingga 90 persen pada 2030, sejalan dengan target eliminasi TB yang telah ditetapkan secara nasional. (**)

Berita Terkait

Eva Dwiana: Investasi Daerah Harus Produktif dan Menguntungkan Masyarakat
Penataan Humanis Bunda Eva: Trotoar Dikembalikan Fungsinya, Pedagang Tetap Diperhatikan
Musim Kemarau, Dinkes Bandar Lampung Perketat Pengawasan Kualitas Air Warga
Bandar Lampung Peringkat 395 Kota Dunia Di Global Cities Index 2026 ‎
Kemah Bhakti Satya Linmas Digelar di Bandar Lampung, Eva Dwiana Dikukuhkan Jadi Ketua DPC ASLINMAS
Sidak Pajak di Mall Kartini, Bapenda Tekankan Pentingnya Pelaporan Omzet Riil
Pemkot Bandar Lampung Teken MoU Sisgita, Perkuat Optimalisasi PAD ‎
Lomba Gerak Jalan Pramuka Jadi Ruang Pembinaan Karakter Pelajar ‎
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:45 WIB

Eva Dwiana: Investasi Daerah Harus Produktif dan Menguntungkan Masyarakat

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 17:16 WIB

Penataan Humanis Bunda Eva: Trotoar Dikembalikan Fungsinya, Pedagang Tetap Diperhatikan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:29 WIB

Musim Kemarau, Dinkes Bandar Lampung Perketat Pengawasan Kualitas Air Warga

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:43 WIB

Bandar Lampung Peringkat 395 Kota Dunia Di Global Cities Index 2026 ‎

Kamis, 24 September 2026 - 22:06 WIB

Kemah Bhakti Satya Linmas Digelar di Bandar Lampung, Eva Dwiana Dikukuhkan Jadi Ketua DPC ASLINMAS

Berita Terbaru