Kasus Penusukan Siswa SMP di Pesisir Barat, Kadisdik Lampung: Harus Jadi Titik Balik Cegah Bullying

Rabu, 1 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: ISTIMEWA


WARNALAMPUNG.ID – Tragedi penusukan di SMPN 12 Krui, Kabupaten Pesisir Barat, yang menewaskan seorang siswa kelas VII, memicu respons cepat dari Dinas Pendidikan Provinsi Lampung. Kepala Dinas Pendidikan Thomas Amrico menegaskan bahwa kasus ini harus menjadi titik balik dalam pencegahan bullying di sekolah.

Alarm Serius bagi Dunia Pendidikan

Menurut Thomas, peristiwa berdarah di Pesisir Barat bukanlah kejadian biasa, melainkan sinyal bahaya yang perlu segera ditangani. “Ini alarm bagi kita semua. Pengawasan di sekolah harus diperkuat, terutama peran guru bimbingan konseling. Kami akan memanggil seluruh guru BK untuk evaluasi,” ujarnya, pada Selasa 30 September 2025.

Baca Juga :  SMAN 1 Tanjungsari Perkuat Literasi Digital Melalui Materi Etika Media Sosial

Ia menambahkan, meski sekolah menengah pertama dikelola oleh kabupaten/kota, provinsi tetap berkewajiban membina dan mengarahkan. Ia menilai sekolah tidak boleh menjadi ruang yang menimbulkan tekanan psikologis, melainkan tempat yang aman dan mendidik.

Langkah yang Akan Ditempuh

Thomas menyebut sejumlah upaya akan segera dilakukan, antara lain mengoptimalkan satgas anti-bullying di sekolah, memperkuat peran OSIS, menanamkan pendidikan karakter dan agama, serta meningkatkan literasi digital siswa. Orang tua, tokoh agama, dan masyarakat juga akan dilibatkan untuk memperkuat pengawasan di luar sekolah.

Baca Juga :  Pesan Thomas Amirico untuk Kontingen LKS: Percaya Diri dan Tunjukkan Kemampuan

“Bullying sering berawal dari hal kecil, bahkan bercanda. Kalau tidak dicegah, bisa berujung fatal seperti kasus di Pesisir Barat. Kita tidak ingin tragedi semacam ini terulang,” tegasnya.

Kasus yang terjadi di SMPN 12 Krui ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh pihak, baik sekolah maupun masyarakat. Dunia pendidikan dituntut lebih waspada agar sekolah kembali menjadi ruang aman bagi siswa yang tengah menuntut ilmu dalam mengejar mimpi untuk masa depan.(***)

Berita Terkait

Pemprov Lampung Buka Kesempatan Warga Putus Sekolah Lewat Program PJJ SMA, 29 Peserta Lolos Gelombang Pertama
Pesan Thomas Amirico untuk Kontingen LKS: Percaya Diri dan Tunjukkan Kemampuan
Fokus Cetak SDM Berdaya Saing Global, Pemerintah Provinsi Lampung perketat Seleksi Kelas Migran.
SMAN 1 Tanjungsari Perkuat Literasi Digital Melalui Materi Etika Media Sosial
MPLS Ramah Dimulai, SMPN 2 Bandar Lampung Sambut Murid Baru dengan Pendekatan Humanis
‎Disdikbud Kota Bandar Lampung Pastikan Seluruh Siswa Tertampung, Sekolah Negeri Gratis Tanpa Pungutan ‎
Disdikbud Bandar Lampung Pastikan Siswa Tak Lolos PPDB Tetap Bisa Masuk Sekolah Negeri
Disdikbud Lampung Larang Praktik Pengondisian Pembelian Seragam Sekolah
Berita ini 1 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 09:58 WIB

Pemprov Lampung Buka Kesempatan Warga Putus Sekolah Lewat Program PJJ SMA, 29 Peserta Lolos Gelombang Pertama

Minggu, 26 Juli 2026 - 22:20 WIB

Pesan Thomas Amirico untuk Kontingen LKS: Percaya Diri dan Tunjukkan Kemampuan

Selasa, 21 Juli 2026 - 12:36 WIB

Fokus Cetak SDM Berdaya Saing Global, Pemerintah Provinsi Lampung perketat Seleksi Kelas Migran.

Kamis, 16 Juli 2026 - 19:36 WIB

SMAN 1 Tanjungsari Perkuat Literasi Digital Melalui Materi Etika Media Sosial

Senin, 13 Juli 2026 - 12:17 WIB

MPLS Ramah Dimulai, SMPN 2 Bandar Lampung Sambut Murid Baru dengan Pendekatan Humanis

Berita Terbaru

PEMKOT BANDAR LAMPUNG

Sukseskan Program 3 juta rumah, Pemkot Bandar Lampung Kembali Raih Penghargaan

Kamis, 13 Agu 2026 - 08:44 WIB

DPRD Kota Bandar Lampung

‎H. Widodo: Semangat Kemerdekaan Harus Tumbuh di Kalangan Generasi Muda

Selasa, 11 Agu 2026 - 11:11 WIB