FOTO: ISTIMEWA
WARNALAMPUNG.ID — Anggota DPRD Kota Bandar Lampung, Dedi Yuginta, menggelar kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP-WK) sebagai bagian dari upaya memperkuat pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam kegiatan tersebut, Dedi menyampaikan bahwa pelaksanaan PIP-WK merupakan bagian dari tugas dan tanggung jawab anggota DPRD dalam menjalankan fungsi sebagai wakil rakyat.
Ia menjelaskan, secara umum anggota DPRD memiliki sejumlah tugas pokok, di antaranya pembentukan peraturan daerah, pembahasan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD), serta menjalankan fungsi pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan daerah.
“PIP-WK ini menjadi bagian penting untuk mengingat kembali apa itu Pancasila, apa maknanya, dan bagaimana nilai-nilainya kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Dedi, pada Kamis, 24 September 2026.
Menurutnya, pemahaman terhadap Pancasila tidak cukup hanya sebatas menghafalkan lima sila, tetapi juga perlu diwujudkan melalui sikap dan perilaku dalam kehidupan bermasyarakat.
Salah satunya, kata Dedi, dengan menumbuhkan rasa cinta terhadap tanah air serta membangun kebanggaan terhadap berbagai produk yang dihasilkan masyarakat dan pelaku usaha dalam negeri.
“Kita harus menumbuhkan rasa cinta kepada tanah air. Salah satunya dengan mengajarkan kepada keluarga kita untuk mencintai dan menggunakan produk lokal,” katanya.
Dedi yang merupakan Ketua DPC PDIP Kota Bandar Lampung ini juga menilai, produk dalam negeri memiliki kualitas yang tidak kalah dengan produk dari luar negeri. Karena itu, kecintaan terhadap produk lokal perlu dimulai dari lingkungan keluarga dan kemudian ditanamkan kepada generasi muda.
“Sekarang banyak produk luar negeri yang masuk. Padahal produk dalam negeri kita juga tidak kalah penting dan tidak kalah kualitasnya. Mari kita biasakan keluarga kita untuk mencintai produk-produk lokal,” tuturnya.
Selain membahas nilai kebangsaan, Dedi juga mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap kondisi lingkungan, khususnya menghadapi perubahan iklim dan potensi bencana yang dapat terjadi akibat kondisi cuaca ekstrem.
Ia menyinggung fenomena El Nino yang dapat meningkatkan risiko kekeringan serta kebakaran lahan, termasuk di kawasan lahan gambut.
“Sekarang kondisi iklim kita juga perlu menjadi perhatian. Ketika terjadi El Nino, risiko kebakaran di lahan-lahan gambut juga semakin besar. Karena itu, kepedulian terhadap lingkungan harus menjadi bagian dari kehidupan kita,” jelasnya.
Dedi berharap kegiatan PIP-WK tidak hanya menjadi ruang untuk menyampaikan materi kebangsaan, tetapi juga menjadi momentum membangun kesadaran masyarakat agar nilai-nilai Pancasila dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, kecintaan terhadap tanah air dapat diwujudkan melalui berbagai hal sederhana, mulai dari menjaga persatuan, menghargai sesama, mencintai produk dalam negeri hingga ikut menjaga lingkungan.
“Semangat kebangsaan harus kita mulai dari diri sendiri dan keluarga. Dengan begitu, nilai-nilai Pancasila tidak hanya kita ingat, tetapi juga kita jalankan dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.















