Cegah Radikalisme Sejak Dini, Densus 88 dan Disdikbud Provinsi Lampung Gelar Sosialisasi Wawasan Kebangsaan. ‎

Rabu, 13 Mei 2026 - 19:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: ISTIMEWA


WARNALAMPUNG.ID — Upaya memperkuat ketahanan ideologi generasi muda terus dilakukan melalui kolaborasi lintas lembaga. Densus 88 Antiteror Mabes Polri bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung menggelar sosialisasi wawasan kebangsaan bagi siswa SMA se-Provinsi Lampung sebagai langkah strategis pencegahan dini terhadap penyebaran paham intoleransi, radikalisme, dan terorisme di lingkungan pelajar, pada Selasa, 12 Mei 2026.

‎Kegiatan edukatif tersebut menghadirkan jajaran Satgaswil Lampung, kepala sekolah, dewan guru, pengurus OSIS, akademisi, hingga mantan narapidana terorisme yang memberikan perspektif langsung kepada para siswa mengenai bahaya ideologi kekerasan.

‎Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, menegaskan bahwa dunia pendidikan saat ini berada di garis depan dalam menjaga ketahanan nasional, khususnya di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

‎Menurutnya, ruang digital telah menjadi salah satu jalur utama masuknya ideologi transnasional yang menyasar generasi muda melalui media sosial maupun lingkungan pergaulan.

‎“Sekolah harus menjadi zona integritas yang aman, inklusif, dan steril dari benih-benih kebencian maupun eksklusivisme,” tegasnya.

‎Ia menambahkan, pendidikan tidak hanya bertugas mencetak siswa berprestasi secara akademik, tetapi juga membangun karakter kebangsaan yang kuat sebagai fondasi masa depan Indonesia.

Baca Juga :  SPMB 2026, DPRD Bandar Lampung Ingatkan Masalah Klasik Daya Tampung SMP

‎Sementara itu, Kasatgaswil Lampung Densus 88 Antiteror Polri, Stialanri Kurniawan Setinggar, mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi negara di tengah derasnya arus informasi global.

‎Menurutnya, generasi muda memiliki posisi strategis sebagai penjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

‎“Pelajar harus menjadi generasi yang cerdas, kritis, dan tidak mudah terpengaruh propaganda yang berupaya menggantikan ideologi Pancasila,” ujarnya.

‎‎Sementara itu, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Provinsi Lampung, Suharto, menekankan bahwa sekolah merupakan benteng utama pembentukan karakter bangsa. Ia menyebut wawasan kebangsaan sebagai “imun ideologis” yang mampu melindungi pelajar dari pengaruh negatif, termasuk intoleransi dan radikalisme.

‎“Jika nilai kebangsaan tertanam kuat, maka virus kebencian tidak akan mudah masuk ke dalam diri pelajar,” katanya.

‎Suharto juga mengingatkan bahwa Provinsi Lampung merupakan miniatur Indonesia yang kaya keberagaman suku, budaya, dan agama sehingga nilai toleransi harus terus ditanamkan sejak dini.

‎Materi sosialisasi turut disampaikan narasumber Sumarna, yang menguraikan tahapan berkembangnya paham terorisme, mulai dari intoleransi, radikalisme, hingga berujung pada tindakan teror.

Baca Juga :  Dua Inovator Muda Unila Siap Berlaga di Pilmapres LLDikti Wilayah II ‎

‎Ia menjelaskan kelompok radikal kerap memanfaatkan isu agama, sosial, maupun politik untuk merekrut anggota baru, terutama dari kalangan muda yang sedang mencari jati diri.

‎“Penyebaran paham radikal kini tidak lagi terbatas pada pertemuan fisik, tetapi juga melalui media sosial, pergaulan, lingkungan pendidikan, bahkan relasi keluarga,” jelasnya.

‎Sebagai penguatan materi, kegiatan ini juga menghadirkan mantan narapidana terorisme asal Lampung, Meilani Indra Dewi, yang membagikan pengalaman nyata perjalanan hidupnya.

‎Dalam kesaksiannya, ia mengungkap perilaku negatif seperti bullying, tawuran, hingga perasaan terasing kerap menjadi pintu masuk kelompok radikal mendekati anak muda.

‎“Kelompok radikal sering menawarkan rasa diterima dan persaudaraan semu kepada mereka yang merasa tersisih,” ungkapnya di hadapan para siswa.

‎Ia pun mengajak pelajar untuk menjaga semangat toleransi, memperkuat persatuan, serta tidak mudah terpengaruh ajaran yang berpotensi memecah belah bangsa.

‎Melalui sosialisasi wawasan kebangsaan ini, diharapkan pelajar di Provinsi Lampung memiliki ketahanan ideologi yang kuat, mampu berpikir kritis di era digital, serta menjadi agen perdamaian yang menjaga persatuan dan keutuhan bangsa sejak dari lingkungan sekolah.(**)

Berita Terkait

Pemprov Lampung Tegaskan SPMB 2026/2027 Harus Bersih dan Transparan, Usung Slogan “No Titip, No Jastip”
Dua Inovator Muda Unila Siap Berlaga di Pilmapres LLDikti Wilayah II ‎
Hardiknas 2026: Dr. Ryzal Perdana Tekankan Sinergi Akademisi dan Praktisi dalam Mewujudkan Partisipasi Semesta
Outing Class Tanpa Izin di SMPN 19, JPSI Lampung Desak Sanksi Tegas: Jangan Cuma Dibatalkan
Fasilitas Sekolah Memprihatinkan, Asroni Desak Disdik Susun Peta Infrastruktur Sekolah
Pesantren Kilat Ramadhan Resmi Dimulai, Disdikbud Lampung Perkuat Pendidikan Karakter Siswa
Mahasiswa KKN Unila Perkuat Mitigasi Bencana Lewat Pemetaan Evakuasi Tsunami
PT. Pegadaian Resmikan The Gade Creative Lounge di Universitas Lampung, Dorong Kreativitas dan Literasi Keuangan Mahasiswa
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 19:10 WIB

Cegah Radikalisme Sejak Dini, Densus 88 dan Disdikbud Provinsi Lampung Gelar Sosialisasi Wawasan Kebangsaan. ‎

Jumat, 8 Mei 2026 - 17:46 WIB

Pemprov Lampung Tegaskan SPMB 2026/2027 Harus Bersih dan Transparan, Usung Slogan “No Titip, No Jastip”

Senin, 4 Mei 2026 - 15:15 WIB

Dua Inovator Muda Unila Siap Berlaga di Pilmapres LLDikti Wilayah II ‎

Sabtu, 2 Mei 2026 - 22:36 WIB

Hardiknas 2026: Dr. Ryzal Perdana Tekankan Sinergi Akademisi dan Praktisi dalam Mewujudkan Partisipasi Semesta

Sabtu, 11 April 2026 - 08:17 WIB

Outing Class Tanpa Izin di SMPN 19, JPSI Lampung Desak Sanksi Tegas: Jangan Cuma Dibatalkan

Berita Terbaru

PEMKOT BANDAR LAMPUNG

‎Wali Kota Eva Dwiana Bagikan Bantuan Beras kepada Puluhan Ribu Warga ‎

Selasa, 19 Mei 2026 - 19:11 WIB