WARNALAMPUNG.ID — Anggota DPRD Kota Bandarlampung dari Fraksi PDI-P, Dedi Yuginta, menggelar kegiatan Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP-WK) di Kelurahan Kotabaru, Kecamatan Tanjung Karang Timur, pada Sabtu, 7 Februari 2026.
Kegiatan tersebut disambut antusias oleh masyarakat setempat. Warga tampak aktif mengikuti seluruh rangkaian acara, mulai dari pemaparan materi hingga sesi diskusi bersama para narasumber.
Implementasi Pancasila Dimulai dari Lingkungan
Dalam sambutannya, Dedi Yuginta menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Ia secara khusus mengingatkan warga agar tidak membuang sampah sembarangan, terutama di pinggir sungai.
“Jangan buang sampah sembarangan, apalagi di aliran sungai. Kalau sungai kita bersih, lingkungan juga terjaga. Ini tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.
Menurut Dedi, persoalan sampah bukan hanya soal kebersihan, tetapi juga menyangkut kesadaran kolektif dan kepedulian sosial. Sungai yang dipenuhi sampah berpotensi menimbulkan banjir, pencemaran, serta berbagai penyakit yang justru merugikan masyarakat sendiri.
Ia menegaskan bahwa menjaga lingkungan dan menghidupkan semangat gotong royong merupakan bentuk nyata pengamalan Pancasila. Hal tersebut, kata Dedi, berkaitan erat dengan nilai sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa.
“Menjaga lingkungan dan gotong royong itu termasuk mengamalkan Pancasila, khususnya sila pertama. Kita menjaga hati kita, perilaku kita, dan lingkungan kita. Itu bagian dari wujud keimanan dan tanggung jawab moral,” tegasnya.
Jelang Ramadan, Warga Diajak Jaga Kebersihan Lingkungan
Menjelang bulan suci Ramadan, Dedi juga mengajak masyarakat untuk mempersiapkan diri secara lahir dan batin, termasuk dengan menjaga kebersihan lingkungan sekitar.
“Apalagi menjelang puasa, mari kita bersihkan lingkungan kita. Supaya ibadah puasa kita bisa lebih khusyuk dan apdol,” ungkapnya.
Sejumlah peserta juga menyampaikan aspirasi terkait persoalan lingkungan, drainase, serta kebutuhan fasilitas umum di wilayah Kotabaru.
Melalui kegiatan ini, Dedi Yuginta berharap nilai-nilai kebangsaan tidak hanya dipahami secara teoritis, tetapi benar-benar diterapkan dalam tindakan nyata di tengah masyarakat, mulai dari hal sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya hingga memperkuat solidaritas antarwarga. (**)






