FOTO:(Dok.Warnalampung.id)
WARNALAMPUNG.ID — Pemerintah Kota Bandar melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) memastikan akan melakukan audit menyeluruh terhadap sejumlah destinasi wisata. Langkah ini merupakan tindak lanjut atas tuntutan mahasiswa yang menggelar aksi demonstrasi pada Senin, 12 April 2026.
Kepala DPMPTSP Kota Bandar Lampung, Febriana, mengatakan audit akan dilakukan sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam meningkatkan standar keselamatan pengunjung di seluruh objek wisata.
Febriana bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait turun langsung menemui mahasiswa untuk mendengarkan aspirasi mereka. Dalam dialog tersebut, mahasiswa mendesak pemerintah melakukan evaluasi serius terhadap operasional tempat wisata yang dinilai belum sepenuhnya mengutamakan aspek keselamatan, menyusul peristiwa hanyutnya dua mahasiswi di sungai Betung, kawasan wisata Wira garden beberapa waktu lalu.
Selain itu Febriana, menyampaikan bahwa pemerintah memiliki mekanisme dan prosedur jelas dalam melakukan penindakan terhadap pengelola wisata yang dinilai tidak memenuhi ketentuan.
“Untuk tahapannya ada prosedur yang harus dijalankan, mulai dari pemberian surat teguran pertama, kedua, hingga pencabutan izin. Kami sepakat bersama teman-teman OPD terkait yang hadir di sini untuk melakukan evaluasi. Apabila hasil evaluasi menunjukkan pelanggaran, dan bersama adik-adik mahasiswa, kami siap mencabut perizinannya,” ujar Febriana di hadapan para mahasiswa.
Ia menegaskan, langkah evaluasi ini merupakan bentuk respons pemerintah terhadap aspirasi mahasiswa yang menuntut peningkatan pengawasan serta jaminan keselamatan di lokasi wisata.
Sementara itu, Ajo, salah satu perwakilan pengelola Wira Garden, menyatakan pihaknya menghormati proses evaluasi yang sedang berjalan dan siap mengikuti seluruh tahapan yang dilakukan pemerintah.
“Kami tentu akan mengikuti proses yang sedang berjalan dan selama ini juga telah berupaya menjalankan ketentuan yang ada. Peristiwa kemarin menjadi duka kita bersama,” katanya.
Terkait sorotan mengenai keberadaan petugas serta papan imbauan sebelum terjadinya musibah banjir bandang yang merenggut dua mahasiswi, ia menjelaskan bahwa pihak pengelola telah berupaya menjalankan standar operasional prosedur (SOP).
“Bukan hanya imbauan, jalur-jalur evakuasi juga sudah kami siapkan sesuai SOP. Namun, dalam suasana duka seperti ini, kami merasa kurang etis jika terlalu banyak memberikan klarifikasi,” ujarnya.
Ajo menambahkan, kehadiran pihak pengelola dalam dialog bersama mahasiswa merupakan bentuk tanggung jawab moral sekaligus solidaritas terhadap para korban.
“Kami hadir di sini karena merasa menjadi bagian dari adik-adik mahasiswa. Ketika nanti dilakukan audit, insyaallah kami siap,” pungkasnya.
Pemerintah Kota Bandar Lampung bersama OPD terkait dijadwalkan segera melakukan evaluasi teknis terhadap sejumlah destinasi wisata guna memastikan aspek keselamatan pengunjung menjadi prioritas utama.(Goy)






