FOTO: ISTIMEWA
WARNALAMPUNG.ID — Di tengah derasnya arus digitalisasi yang kian memengaruhi anak-anak, permainan catur dinilai menjadi salah satu solusi positif dalam membentuk karakter sejak usia dini.
Selain mampu mengurangi ketergantungan terhadap gawai, catur juga melatih kesabaran, strategi, berpikir kritis, serta membangun interaksi sosial yang sehat. Nilai kedisiplinan, sportivitas, pengendalian emosi, hingga ketangguhan mental turut diasah melalui permainan ini.
Ketua Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kota Bandar Lampung terpilih periode 2026–2031, Dedi Irwanto, mengatakan catur bukan sekadar olahraga, tetapi sarana pendidikan karakter yang sarat nilai moral, psikologis, dan spiritual.
“Catur dapat menjadi wadah pembentukan karakter siswa karena nilai-nilai positif di dalamnya sangat lengkap,” ujar Dedi.
Ia terpilih melalui Musyawarah Kerja Kota (Muskerkot) pada Minggu, 1 Februari 2026. Tak lama setelah itu, struktur kepengurusan dirampungkan dan Percasi Bandar Lampung kini resmi memiliki sekretariat sekaligus “Rumah Catur” yang akan diresmikan pada Sabtu, 14 Februari 2026.
Rumah Catur tersebut menjadi pusat pembinaan bagi pelajar SD hingga SMA, junior hingga senior, sekaligus tempat belajar teknik bermain catur.
“Di sini anak-anak bisa bermain sambil mengasah kemampuan,” kata Dedi, Selasa, 10 Februari 2026.
Ke depan, Percasi Bandar Lampung juga menyiapkan event besar pada Mei 2026 bertepatan Hari Pendidikan Nasional dengan target memecahkan Rekor MURI. Kegiatan ini menyasar peserta terbanyak dari kalangan pelajar.
Tujuannya untuk menjaring bibit atlet sekaligus memasyarakatkan catur.
Dedi berharap catur dapat masuk sebagai muatan lokal di sekolah-sekolah Kota Bandar Lampung agar pembinaan karakter dan prestasi bisa dimulai sejak dini.(**)




